Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Kompas.com - 05/07/2020, 06:30 WIB
Safarudin dan Paulus Jarut, dua anggota Suku Wajor yang berbeda agama berpose di lokasi pembangunan rumah adat mereka, Kamis (25/6/2020). Tampak lokasi tersebut ditumbuhi rerumputan akibat dari pembangunan yang mangkrak karena kehidupan ekonomi para anggota suku yang serba kekurangan. KOMPAS.com/IGNASIUS SARASafarudin dan Paulus Jarut, dua anggota Suku Wajor yang berbeda agama berpose di lokasi pembangunan rumah adat mereka, Kamis (25/6/2020). Tampak lokasi tersebut ditumbuhi rerumputan akibat dari pembangunan yang mangkrak karena kehidupan ekonomi para anggota suku yang serba kekurangan.

POTA, KOMPAS.com - Kampung Sambi Mese yang berlokasi di RT 10/RW 04, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki potret toleransi beragama.

Ada satu suku di kampung ini, yakni Suku Wajor memiliki anggota suku yang berlatar keluarga Muslim dan Katolik dalam satu rumah adat.

Salah satu tokoh Suku Wajor, Paulus Jarut (46) mengisahkan, awal mula Suku Wajor beranggotakan keluarga Muslim dan Katolik adalah karena hubungan perkawinan.

Baca juga: Puluhan Anak Miskin Belajar di Kuburan karena Tak Bisa Sekolah Online, Ini Ceritanya

Dahulu sebelum pindah ke Kampung Sambi Mese, salah satu anak gadis dari Suku Wajor di Kampung Wajor yang pada saat itu beragama Katolik dipinang oleh laki-laki yang berlatar keluarga Muslim.

Karena hubungan perkawinan ini, keluarga besar dari pihak perempuan merangkul keturunan dari anak gadis yang menikah beda agama tersebut untuk sama-sama melestarikan warisan budaya berupa rumah adat Suku Wajor.

Meski pun telah menjadi satu suku, tetapi agama tetap berbeda.

“Sejak peresmian Kampung Sambi Mese menjadi tempat permukiman warga pada tahun 1993 hingga tahun 2007, seluruh anggota suku mufakat untuk memberikan wewenang kepada Bapak Usman Napang (66) dari keluarga Muslim sebagai tetua dalam rumah adat,” ujar Paulus kepada Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Mengintip Keseruan dan Semangat Puluhan Anak Miskin Belajar di Kuburan

Kemudian berdasarkan kesepakatan bersama pada 2007 hingga sekarang yang menjadi tetua dalam rumah adat adalah Rofinus Saban (60) dari keluarga Katolik.

Saat menggelar acara adat yang berpusat di rumah adat, warga Suku Wajor biasanya menyembelih hewan babi, kambing, dan ayam sebagai kurban kepada leluhur.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X