Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Kompas.com - 03/07/2020, 22:57 WIB
Angka kasus positif baru Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat justru bertambah saat pemkab setempat hendak menerapkan tatanan normal baru. Itu terungkap dalam rapat evaluasi kinerja Gugus Penanganan Covid-19 di DPRD Kobar, Jumat (3/6/2020). KOMPAS.com/DEWANTARAAngka kasus positif baru Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat justru bertambah saat pemkab setempat hendak menerapkan tatanan normal baru. Itu terungkap dalam rapat evaluasi kinerja Gugus Penanganan Covid-19 di DPRD Kobar, Jumat (3/6/2020).

Kebijakan lain, per 1 Juli 2020, seluruh ASN di Kobar kembali melaksanakan tugas sesuai jam kerja normal setelah Bupati menerbitkan Surat Edaran Nomor : 892/128/BKPP.IV/2020 sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menpan RB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Dalam siaran pers secara daring, Bupati Kobar Nurhidayah menyebut keputusan yang diambil dalam rapat pada 17 Juni itu telah melewati berbagai kajian.

"Khusus untuk jalur udara dibuka rute Jakarta- Pangkalan Bun dan Semarang-Pangkalan Bun. Pembukaan rute lain akan ditindaklanjuti setelah evaluasi secara berkala," kata Nurhidayah dalam keterangan persnya.

Baca juga: Sempat Landai Dua Pekan, Kasus Corona di Aceh Kembali Melonjak, Ini Sebabnya

Selain itu, terdapat pula Surat Edaran Bupati Kotawaringin Barat nomor 556/220/dispar.IV/2020 tentang Pemulihan Aktivitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di masa pandemi Covid-19 dan New Normal terhitung mulai 1 Agustus 2020.

Semua destinasi wisata domestik seperti restoran, hotel, rumah makan dan usaha ekonomi kreatif lainnya diperkenankan buka.

Penerapan protokol kesehatan memang menjadi syarat dalam pelaksanaannya.

Kasus Covid-19 Naik

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kobar, pada Selasa 30 Juni terjadi penambahan 8 kasus, pada 1 Juli kembali bertambah 3 kasus lagi, dan terdapat penambahan 17 lagi pasien positif baru pada 2 Juli.

Secara total hingga Jumat (3/6/2020) pukul 14.00 WIB, terdapat 30 pasien Covid-19 masih dirawat dan pasien sembuh mencapai 90 orang.

Adapun pasien meninggal yang diumumkan Gugus Tugas hingga kini 1 orang.

Ke-30 pasien positif saat ini dirawat di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan rumah sakit perluasannya.

Baca juga: Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Saat memberikan keterangan di depan DPRD Kobar dalam rapat evaluasi, Direktur RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun Fachruddin menyatakan, potensi peningkatan jumlah kasus positif baru di Kobar masih terbuka lebar.

Terlebih jika tatanan normal baru benar-benar diterapkan tanpa kepastian kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Kemarin kami sudah sempat menutup Muhammadiyah, sudah sempat tutup Kusuma (dua RS perluasan RSSI). Tiba-tiba muncul (hasil swab) dari Surabaya. Awalnya ada 10, tiba-tiba ada penambahan 17 lagi. Enggak tahu ini masih harus menunggu (tambahan kasus) berapa lagi. Hari ini saja ada 80 orang yang di-swab," ungkap Fachruddin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X