Menyoal Kematian Anak di Indonesia karena Covid-19, Tak ada Biaya hingga Ditolak karena RS Penuh

Kompas.com - 03/07/2020, 14:15 WIB
Ilustrasi anak-anak pada masa pandemi virus corona ShutterstockIlustrasi anak-anak pada masa pandemi virus corona
Editor Rachmawati

'Ditolak rumah sakit yang penuh'

Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Fahri, 9 bulan, diare hebat tanpa henti selama dua hari, pada pertengahan Mei lalu.

"Tiap jam dia buang air terus dan dia demam," kata Iyansyah, ayah Fahri, seorang wiraswasta.

Saat itu, keluarga mencoba mengobati Fahri dengan obat dari apotek, tapi kondisinya tak juga membaik.

Saat akhirnya Fahri dibawa ke sebuah rumah sakit swasta di dekat kediamannya, Iyansyah mengatakan kesadaran anaknya sudah menurun.

Baca juga: Orangtua Pasien Anak Positif Covid-19 di Yogyakarta juga Diisolasi

Rumah sakit itu tak dilengkapi fasilitas gawat darurat untuk anak, maka Fahri dirujuk ke rumah sakit lain.

Namun, meski sudah membayar deposit, Fahri ditolak masuk ke rumah sakit itu karena tempat itu sudah penuh, kata Iyansyah.

Fahri terpaksa dirawat layaknya pasien umum. Iyansyah kembali mengingat saat-saat Fahri menjelang ajal.

"Dia sudah nggak ada tenaga, lemas. Pantatnya sudah merah-merah, lecet karena diare. Dia kesulitan bernapas, saya lihat karena saya di sampingnya. Dia dibantu oksigen," kata Iyansyah.

Baca juga: Pasien Anak Positif Corona di RSUP Sardjito Kondisinya Membaik

"Harusnya dibawa ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) saat itu."

Pada tanggal 23 Mei, Fahri meninggal dunia. Empat hari kemudian, hasil tes menunjukkan Fahri meninggal akibat Covid-19.

"Saya dropped. Stres saya. Makan nggak enak, nggak ada nafsu makan. Nggak menyangka dia akan secepat itu meninggalkan kami. Terus divonis Covid. Saya sampai hari ini masih kepikiran," katanya.

Ia menyesalkan fasilitas rumah sakit rujukan yang saat itu tak menerima Fahri.

Baca juga: Pasien Anak Positif Corona di Yogyakarta Sempat Jalan-jalan di Depok

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X