Penyidik Kejati NTT Diancam Usai Ungkap Kasus Kredit Macet Rp 149 Miliar

Kompas.com - 25/06/2020, 16:45 WIB
Ilustri korupsi ShutterstockIlustri korupsi

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto, mengungkap adanya ancaman dari orang tak dikenal kepada pihaknya, usai stafnya menggungkap kasus kredit macet senilai Rp 149 miliar Bank NTT Cabang Surabaya.

Hal itu disampaikan Yulianto, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis (25/6/2020) siang.

Yulianto menyebut, ancaman terhadap bawahannya itu melalui surat terbuka yang dikirim ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

"Ancaman itu datang dari oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu terkait kasus korupsi yang tengah ditangani oleh penyidik Kejati NTT," ungkap dia.

Baca juga: Tersandung Kredit Macet di Bank NTT Senilai Rp 149 Miliar, Pria ini Ditangkap Jaksa

Yulianto pun enggan menyampaikan secara detail, siapa oknum yang mengancam jaksa tersebut.

“Ini terkait kasus yang sedang kami tangani. Soal siapa oknum yang mengancam, biar menjadi konsumsi sendiri Kejati NTT,” ujar Yulianto.

Yulianto siap bertanggung jawab penuh atas penanganan perkara kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya.

“Lokusnya memang ada di Surabaya, tetapi saya tegaskan pada siapapun, pengendali perkara ini adalah saya, yang memerintah adalah saya, soal lokus, itu adalah kompetensi relatif dan saya yang bertanggungjawab penuh," beber dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Disuntik Calon Vaksin Covid-19, Pengemudi Ojek: Ngantuk Tak Tertahan

Usai Disuntik Calon Vaksin Covid-19, Pengemudi Ojek: Ngantuk Tak Tertahan

Regional
Pria di Semarang Cabuli Anak Tiri, Terbongkar Setelah Ayah Kandung Korban Diberitahu Mantan Mertuanya

Pria di Semarang Cabuli Anak Tiri, Terbongkar Setelah Ayah Kandung Korban Diberitahu Mantan Mertuanya

Regional
Sebuah Rumah Makan Padang Terbakar, Satu Orang Meninggal

Sebuah Rumah Makan Padang Terbakar, Satu Orang Meninggal

Regional
Pria Paruh Baya Cabuli Bocah Perempuan, Terbongkar Saat Korban Jajan ke Warung

Pria Paruh Baya Cabuli Bocah Perempuan, Terbongkar Saat Korban Jajan ke Warung

Regional
Putra Sulung Risma Siap Dicalonkan Jadi Wakil Wali Kota Surabaya dari PDI-P

Putra Sulung Risma Siap Dicalonkan Jadi Wakil Wali Kota Surabaya dari PDI-P

Regional
Sudah 14 Karyawan Bank Syariah Mandiri Purwokerto Positif Covid-19

Sudah 14 Karyawan Bank Syariah Mandiri Purwokerto Positif Covid-19

Regional
Dorong Perbaikan Ekonomi, Jabar Geliatkan Wisata Umrah via Kertajati

Dorong Perbaikan Ekonomi, Jabar Geliatkan Wisata Umrah via Kertajati

Regional
Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Tanah dan Bangungan Milik Eks Kepala BPN Denpasar Disita

Dugaan Gratifikasi dan TPPU, Tanah dan Bangungan Milik Eks Kepala BPN Denpasar Disita

Regional
Pindad Tegaskan Belum Buka Pemesanan Mobil Maung Versi Sipil

Pindad Tegaskan Belum Buka Pemesanan Mobil Maung Versi Sipil

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Magelang Meningkat, KBM Tatap Muka Ditunda

Kasus Covid-19 di Kota Magelang Meningkat, KBM Tatap Muka Ditunda

Regional
Seorang Ayah Bunuh Bayinya dan Pukul Istri karena Hal Sepele

Seorang Ayah Bunuh Bayinya dan Pukul Istri karena Hal Sepele

Regional
Ridwan Kamil Ingatkan Depok soal Disiplin Warga, Khawatir Ada Gelombang Kedua

Ridwan Kamil Ingatkan Depok soal Disiplin Warga, Khawatir Ada Gelombang Kedua

Regional
SD dan SMP di Tasikmalaya Mulai Sekolah Tatap Muka pada September 2020

SD dan SMP di Tasikmalaya Mulai Sekolah Tatap Muka pada September 2020

Regional
Tewas di Rumah Kekasih, Mahasiswi S2 Hukum di NTB dalam Kondisi Hamil, Ini Penjelasan Polisi

Tewas di Rumah Kekasih, Mahasiswi S2 Hukum di NTB dalam Kondisi Hamil, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Sekolah Dibuka 18 Agustus, Wali Kota Serang: Kalau Tidak Belajar, Ini Pembodohan

Sekolah Dibuka 18 Agustus, Wali Kota Serang: Kalau Tidak Belajar, Ini Pembodohan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X