PSBB Diterapkan, Rumah Makan dan Warkop di Ambon Tidak Bisa Terima Tamu

Kompas.com - 17/06/2020, 18:46 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota AMbon, Rabu (17/6/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat menyampaikan keterangan kepada waratwan di Kantor Wali Kota AMbon, Rabu (17/6/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Ambon memberlakukan aturan ketat bagi setiap rumah makan dan warung kopi selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) yang akan berlangsung pada Senin (22/6/2020) mendatang.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan, saat penerapan PSBB diberlakukan, setiap rumah makan dan warung kopi tidak diperbolehkan menerima tamu dan hanya boleh menerima pesanan.

“Saat PSBB tidak bisa lagi rumah makan dan warung kopi menerima tamu, mereka tetap buka sesuai waktu yang ditentukan tapi hanya untuk melayani orderan, jadi yang datang hanya pesan lalu pergi,” kata Richard, kepada wartawan, di Kantor Wali Kota Ambon, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Hadapi Puncak Penyebaran Covid-19, Wali Kota Ambon: Kuncinya Hanya Disiplin, Disiplin, dan Disiplin

Sedangkan untuk transportasi, pemerintah kota akan memberlakukan sistem sif dan tidak lagi menggunakan sistem ganjil genap seperti yang diterapkan saat Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) saat ini.

“Untuk transportasi itu kami pakai sistem sif A, sif dan sif C. Contohnya, angkot jurusan Kayu Putih itu ada 30 hanya delapan yang genap dan semuanya ganjil jadi kita akan pasang stiker, nanti kalau yang shift C itu bisa beroperasi setiap hari,” ungkap dia.

Adapun untuk pembatasan kegiatan keagamaan, Richard mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Maluku sebelum memutuskannya.

Sebab, kata dia, masalah keagamaan di Kota Ambon sangatlah sensitif dan harus dikaji dengan baik.

“Kita tahu bersama masalah ini sangat sensitif jadi nanti dalam waktu dekat ini juga kita akan rapat dengan seluruh tokoh agama di Kota Ambon. Surat dari Kementrian agama itu juga kan dibolehkan untuk zona hijau, dan wilayah yang sedang menuju new normal, nanti kami kaji,” kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Regional
Kelompok 'Banteng Lawas' Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Kelompok "Banteng Lawas" Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Regional
Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Regional
Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Regional
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

Regional
Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Regional
30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

Regional
Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Regional
'Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya'

"Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya"

Regional
Masih Zona Oranye, Lebak Perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Masih Zona Oranye, Lebak Perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X