Tak Percaya Terpapar Covid-19, Keluarga Paksa Makamkan Jenazah PDP dengan Prosedur Biasa

Kompas.com - 10/06/2020, 05:47 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali, saat memberikan keterangan kepada awak media. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali, saat memberikan keterangan kepada awak media.

GRESIK, KOMPAS.com - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur, meninggal pada Selasa (9/6/2020).

Pihak keluarga memaksa rumah sakit agar mengizinkan mereka untuk memakamkan jenazah itu dengan prosedur normal.

Sebab, keluarga tak percaya pasien itu meninggal karena terpapar Covid-19.

Baca juga: Bupati Gresik: Masyarakat Sudah Jenuh dengan Istilah PSBB

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali membenarkan insiden itu.

"Ketentuan PDP itu ada kriterianya. Untuk kejadian di Balongpanggang, ada masyarakat yang tidak mau dimakamkan dengan standar Covid-19, itu sudah terjadi, yang penting solusinya," ujar Ghozali saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).

Pemkab Gresik akan melacak riwayat kontak warga dan keluarga yang terlibat dalam prosesi pemakaman itu.

Setelah itu, Pemkab Gresik akan menggelar rapid test virus corona baru atau Covid-19 terhadap warga tersebut.

Ghozali telah menghubungi pihak kecamatan dan polsek untuk menyelenggarakan rapid test virus corona di wilayah tersebut.

Polri dan TNI, kata dia, akan mengawal penyelenggaraan rapid test virus corona tersebut.

"Bahwa siapa pun yang terlibat dalam proses pamakaman akan kita tracing semua, yang hasil rapid reaktif akan kita swab semua, Insya Allah besok sudah mulai," kata dia.

Saat ditanya apakah pasien PDP yang meninggal itu telah menjalani tes swab, Ghozali mengaku tak tahu.

Baca juga: Masih Adakah Petugas Cek Poin di Gresik dengan Berakhirnya PSBB?

Tapi, Ghozali mengingatkan protokol penanganan jenazah pasien Covid-19. Jenazah PDP, kata dia, tetap dimakamkan sesuai prosedur pemulasaraan Covid-19.

"Belum tahu saya (pasien tersebut) apa sudah Swab atau belum. Tetapi terlepas sudah Swab atau belum, kalau sudah PDP itu harusnya pakai protokol Covid-19," kata Ghozali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X