Listrik Padam di Batam Mengganggu Pelaksanaan Uji Swab

Kompas.com - 05/06/2020, 16:00 WIB
Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 19.27 WIB suplai listrik di Batam dan Kabupaten Binta tiba-tiba saja terganggu. Alhasil dari kejadian ini, nyaris seluruh wilayah Batam dan Bintan mengalami kepadaman listrik. Bahkan bright PLN Batam berusaha keras untuk kembali menormalkan aliran listrik yang ada. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKamis (4/6/2020) sekitar pukul 19.27 WIB suplai listrik di Batam dan Kabupaten Binta tiba-tiba saja terganggu. Alhasil dari kejadian ini, nyaris seluruh wilayah Batam dan Bintan mengalami kepadaman listrik. Bahkan bright PLN Batam berusaha keras untuk kembali menormalkan aliran listrik yang ada.

BATAM, KOMPAS.com - Rusaknya mesin pembangkit listrik hingga terjadinya pemadaman listrik bergilir di Batam, Kepulauan Riau, memiliki dampak negatif untuk semua pihak.

Salah satunya aktivitas pemeriksaan swab tenggorokan yang dilakukan oleh Badan Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.

Pemeriksaan tersebut untuk menguji sampel swab yang terindikasi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Akibat pemadaman listrik, hasil pemeriksaan swab yang dilakukan BTKLPP Batam tidak berjalan dengan maksimal.

Kepala BTKLPP Kelas I Batam Ismail berharap agar di wilayah sekitar BTKLPP kelas I Batam, pemadaman dilakukan pada malam hari.

Dengan demikian, pada siang hari mereka dapat lebih maksimal dalam melakukan pemeriksaan yang meliputi unboxing, ekstraksi, mixing dan PCR.

"Kamis kemarin saja banyak pemeriksaan yang tertunda akibat pemadaman listrik, sehingga hasilnya tidak maksimal," kata Ismail saat dihubungi, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Hilang Semalaman, Pria Ini Ditemukan di Dalam Mulut Buaya

Ismail mengakui ada genset yang tersedia. Namun, genset tapi tidak begitu maksimal, karena daya listriknya kecil.

"Sementara ruang pemeriksaan ada empat ruangan," kata Ismail.

Saat ini ada 50 sampel yang dalam tahap unboxing dan 350 yang belum diekstraksi.

Belum lagi sampel tersebut harus masuk ke tahap mixing dan PCR.

"Untuk sampel, sampai saat ini sama sekali tidak ada pengaruhnya, hanya saja waktu pemeriksaan yang menjadi terkendala," kata dia.

Ismail telah menyampaikan keluhannya tersebut ke Wali Kota Batam, Kepala Dinas Kesehatan Batam hingga Bright PLN Batam.

"Mudah-mudahan bisa secepatnya dinyalakan, karena pemadaman di sini sejak pukul 10.00 WIB siang tadi dan hingga pukul 15.05 WIB belum juga menyala," kata Ismail.

Sementara itu, Humas Bright PLN Batam Furqon mengatakan, pihaknya akan langsung mengoordinasikan keluhan ini dengan tim teknis di lapangan.

"Terima kasih informasinya, akan segera kami koordinasikan dengan tim teknisi di lapangan agar bisa diakomodasi, karena untuk kemaslahatan orang banyak," kata Furqon.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Regional
Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X