Remaja Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Jeneponto Dijadikan PDP Corona

Kompas.com - 05/06/2020, 15:37 WIB
Ilustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina. Manuela MolinaIlustrasi virus corona untuk anak-anak, diambil dari buku #COVIBOOK karya Manuela Molina.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa berinisial AM (20) dijadikan Pasien Dalam pengawasan (PDP) oleh pihak Rumah Sakit Labuang Baji Makassar usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (2/6/2020).

Rahma, ibu dari AM mengaku terkejut ketika mendapatkan kabar anaknya langsung dijadikan PDP Covid-19 usai dirujuk ke Makassar.

Padahal, kata Rahma, anaknya hanya mengalami luka di bagian kepala akibat kecelakaan tersebut.

"Anak saya kan kecelakaan motor. Pada saat kita minta rujukan, pihak RS Jeneponto itu menunjukkan RS Labuang Baji Makassar, alasannya RS Jeneponto itu tidak bisa menindaklanjuti karena peralatannya kurang memadai," kata Rahma saat dihibungi melalui telepon, Jumat (5/5/2020).

Baca juga: Lagi, Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP dari Rumah Sakit di Makassar

Rahma mengatakan, kini anaknya tersebut sesang diisolasi di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar.

Dia bersama keluarganya juga sudah berada di Rumah Sakit Labuang Baji untuk menemui pimpinan rumah sakitdan meminta anaknya untuk dikeluarkan dari ruang isolasi.

"Ketika dirujuk di sini kenapa tiba-tiba anak saya dimasukkan ke ruang isolasi. Saya tidak setuju karena anak saya kan korban kecelakaan," imbuh Rahma.

Baca juga: Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP di Makassar, Gugus Tugas: Langsung Jadi ODP

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Mapptoba mengatakan, pihaknya menjadikan AM sebagai PDP Covid-19 lantaran saat diperiksa melalui foto thoraks, ada gejala infeksi di dalam paru-paru AM.

"Kami sudah menjelaskan kedua orangtuanya mengenai penyakit yang diderita AM sehingga dijadikan sebagai PDP Covid-19," ujarnya.

Menurut Mappatoba, pihak rumah sakit sudah mengikuti ketentuan yang diterapkan pemerintah dalam menetapkan status PDP terhadap seseorang.

"Prosedur RS pada saat diperiksa bukan cuma itu, diperiksa keseluruhan, juga diperiksa thoraks di laboratorium. Hasilnya indikasi dia punya paru-paru ada infeksi, makanya dianjurkan untuk dirawat (diisolasi)," kata Mappatoba.

Mappatoba mengatakan. kedua orangtua AM pun kini telah mengerti dan menerima anaknya untuk diisolasi di rumah sakit.

Dalam pertemuan tersebut, Mappatoba berjanji akan menjaga dan merawat AM, hingga dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

"Ini barusan mamanya dan bapaknya keluar dari ruangan saya. Dia tidak mengerti bahwa ini anaknya kita mau jaga baik-baik tapi dia mau kasi pulang. Saya bilang kalau ibu mau kasi pulang tidak ada masalah tapi kalau nanti sampai di rumah dia menularkan orang lain tanggung sendiri," ujar Mappatoba. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X