3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Kapendam Pattimura: Sedang Diproses Hukum

Kompas.com - 04/06/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi

KOMPAS.com - Sebanyak tiga oknum anggota TNI mengeroyok AS (16), seorang pelajar SMA di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, sampai babak belur.

Akibat pengeroyokan itu, AS mengalami memar di wajah dan sekujur tubuhnya. Oknum anggota TNI itu tak cuma memukuli AS, tapi juga menyeret AS di jalan.

Pengeroyokan itu terjadi pada Jumat (22/5/2020). Pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu kepada Koramil Tiakur dan Pomdam XVI Pattimura lewat surat resmi.

Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Jansen Simanjuntak membenarkan kasus penganiayaan itu.

Pomdam XVI Pattimura telah menerima laporan resmi yang dilayangkan pihak keluarga terkait insiden tersebut.

“Kasusnya sudah dilaporkan ke Pomdam, dan pelakunya itu sudah diproses,” kata Jansen saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Lewat Jalur Tikus, 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Jansen menyebut, pengeroyokan itu terjadi karena masalah asmara.

“Penyebabnya itu karena masalah asmara, saya dengar karena pelaku cemburu dengan korban,” katanya.

Masalah pengeroyokan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan di Koramil Tiakur. Pelaku, kata Jansen, telah meminta maaf kepada korban dan keluarga.

Meski telah berdamai, proses hukum terhadap tiga anggota TNI tersebut tetap berjalan.

Jansen menjamin tiga anggota TNI yang mengeroyok pelajar SMA itu akan mendapatkan sanksi setimpal.

 

Sebab, kata Jansen, TNI tak akan melindungi anggotanya yang berbuat kesalahan.

"Akan ada sanksi, sekarang sedang diproses hukum, sanksinya bisa penjara dan ada juga sanksi disiplin dan administrasi, oknum tersebut bisa tunda naik pangkat, kalau dia punya jabatan akan dicopot dan tidak bisa sekolah,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kakak korban pengeroyokan, Elson Tiator mengatakan, pelaku utama dalam kasus tersebut diduga berinisial M (48) yang menjabat sebagai Babinsa di Desa Hila, Kecamatan Pulau Romang, Maluku Barat Dayat.

Menurut Elson, pengeroyokan terjadi karena masalah asmara. Pelaku dan korban berpacaran dengan perempuan yang sama, berinisial MS (17).

Karena cemburu, M mengajak dua anggota TNI lain yang bertugas di tambang emas di wilayah tersebut untuk mengeroyok AS.

Baca juga: Karena Masalah Asmara, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA Sampai Babak Belur

Awalnya, pelaku membawa AS ke depan rumah MS. Mereka lalu mengeroyok AS di depan rumah perempuan tersebut.

"Setelah itu korban diseret lalu dibawa lagi ke barak perusahan," kata Elson.

Tiba di barak perusahaan, tiga anggota TNI itu kembali menganiaya korban.

"Lalu mereka mencekik, memukul, dan menganiaya korban di sana,” kata Elson.

Elson berharap Koramil Tiakur dan Pomdam XVI Pattimura menindaklanjuti laporan mereka.

“Kami berharap agar keadilan bisa ditegakkan dan para pelaku bisa segera diproses,” katanya.

(Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Tagihan Listrik Rp 19 Juta, YLKI: PLN Jangan Limpahkan Kesalahan Pencatatan pada Konsumen

Regional
KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

KLHK: Perusahaan Pembakar Lahan di Jambi Harus Bayar Rp 590 Miliar

Regional
Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Gubernur NTT Berharap Tak Ada Lagi Cleaning Service yang Bersihkan Sampah ASN...

Regional
Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Ada 26 Kasus Covid-19 di Tegal, Ini Perintah Ganjar kepada Wali Kota Dedy

Regional
Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Keluarga Indriana: Masih Bersyukur Ada Warga yang Pinjamkan Kandang Ayam untuk Tinggal

Regional
Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Ini Video Detik-detik Pelaku Lempar Bom Molotov ke Kantor DPC PDI-P Cianjur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X