Detik-detik Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Kompas.com - 28/05/2020, 05:33 WIB
Pemilik kapal yacht asal Australia mendapatkan bantuan dari polisi, Selasa (26/5/2020). Kapal itu dibegal di perairan Kuala Teladas. (FOTO: Dok. Polda Lampung) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Pemilik kapal yacht asal Australia mendapatkan bantuan dari polisi, Selasa (26/5/2020). Kapal itu dibegal di perairan Kuala Teladas. (FOTO: Dok. Polda Lampung)

KOMPAS.com - Sebuah kapal yacht yang dinahkodai warga negara Austaralia bernama Tadeusz Novysky (70), dibegal di perairan perbatasan Lampung dengan Sumatera Selatan, Minggu (24/5/2020).

Diketahui, kapal yacht dengan nama lambung Hoopla tersebut berlayar dari Australia dengan tujuan Jakarta.

Akibat peristiwa itu, sejumlah perlengkapan kapal seperti, emergency positioning indicating record beacon (EPIRB), kartu ATM, radio komunikasi, kemudi, paspor, dan starter mesin dibawa kabur oleh kawanan pelaku.

Baca juga: Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Diduga Mabuk, Satu Balita dan Neneknya Tewas di Lokasi

Tak hanya itu, alat pengolah logistik seperti kompor pun juga dirampas.

Karena peralatan kapal digondol kawanan pelaku, korban pun berlayar dengan memanfaatkan arus menyusuri tepi pantai di Perairan Kuala Teladas.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik kapal, peristiwa berawal saat korban berlayar dari Australia menuju ke Jakarta pada Jumat 22 Mei 2020 lalu.

Baca juga: Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Maksud tujuan korban berlayar dari negaranya ke Jakarta hendak menjual kapal yacht miliknya.

"Dalam perjalanan, korban singgah di Batam," kata Pandra saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Setelah singgah, sambung Pandra, korban kemudian melanjutkan berlayar menuju Jakarta dengan menyusuri pantai timur Sumatera.

Baca juga: Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Kemudian, pada Minggu 24 Mei 2020, diduga kapal korban dihadang kawanan begal di Perairan Kuala Teladas.

"Diduga terjadi di perairan perbatasan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan Tulang Bawang, perairan Kuala Teladas," ujarnya.

Dalam aksinya, para pelaku berhasil membawa beberapa peralatan kapal layar hingga membuat kapal mengalami kendala.

"Korban juga kehilangan uang sebesar 700 dollar Singapura," katanya.

Baca juga: Ayah di Lampung Perkosa Anak Kandung Selama 13 Tahun, Terungkap Setelah Korban Menikah

Saat terjadi peristiwa itu, sambung Pandra, korban sempat memencet sinyal EPIRB.

Dijelaskan Pandra, EPIRB adalah alat yang diperuntukkan untuk masalah besar seperti kapal karam, tenggelam dan lainnya.

"Mungkin korban merasa panik dan didatangi kawanan pencuri, sehingga memencet tombol itu," ungkapnya.

Sinyal  EPIRB itu, lanjut Pandra, diterima oleh Internasional Maritim Organization (IMO) yang kemudian diteruskan ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

"Setelah mendapat laporan, tim Polairud Polda Lampung langsung menuju lokasi dengan Kapal Patroli 2001," ujarnya.

Baca juga: Kapal Yacht Dibegal di Perairan Lampung, Pemilik Kelaparan dan Uang 700 Dollar Raib

 

(Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor: Abba Gabrillin, Teuku Muhammad Valdy Arief)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Regional
Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Regional
Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X