Kompas.com - 26/05/2020, 18:23 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan tengah memperlihatkan barang bukti terkait kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru kepada muridnya di Bandung, Selasa (26/5/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan tengah memperlihatkan barang bukti terkait kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru kepada muridnya di Bandung, Selasa (26/5/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - EP, oknum guru sekolah pesantren di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengaku mencabuli korban di ruang seni sekolah dan rumah kontrakannya selama empat tahun.

"Di sekolah dan di kontrakan. Di sekolah di ruang seni," kata EP kepada wartawan saat Rilis pengungkapan di Mapolresta Bandung, Selasa (26/5/2020).

Kasus pencabulan ini berawal dari foto yang memperlihatkan korban tak berhijab dan tanpa busana dari akun Facebook milik M Rizki Hamdan.

Baca juga: Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolrestabes Bandung: Dia Memang Temperamen

Di bawah ancaman akan disebarkannya foto korban tanpa busana, akun tersebut meminta korban untuk melakukan persetubuhan dengan seorang guru yang dibencinya yakni pelaku EP.

Korban kemudian bercerita kepada EP bahwa akun tersebut memintanya untuk melakukan hubungan badan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski sempat menolak, EP menuruti permintaan korban dengan dalih membantunya.

Akan tetapi, tindakan pencabulan itu malah dimanfaatkan EP dengan menjadikan muridnya sebagai pelampiasan seks selama empat tahun.

"Enggak sampai disetubuhi," kata EP.

Baca juga: Seorang Guru Ditangkap Polisi karena Cabuli Muridnya Selama 4 Tahun

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, polisi menangkap EP atas laporan korban di rumah kontrakannya pada Jumat 22 Mei 2020.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 3 dan atau 82 UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Kita lakukan pemberatan tambah 1/3 perbuatan yang berulang, kemudian karena pengajar kita lakukan pemberatan, jadi minimal ancaman pidana lima tahun dan maksimal 15 tahun," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X