Kesal Dituduh Hadang Ambulans, Warga Gunungkidul Bongkar Posko Covid-19

Kompas.com - 26/05/2020, 17:13 WIB
Warga Membongkar Posko di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOWarga Membongkar Posko di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, membongkar posko Covid-19, Selasa (26/5/2020).

Koordinator Relawan Desa Banaran Sudadi mengaku kecewa dengan kesepakatan awal ambulans pembawa pasien rapid tes reaktif menuju Wisma Wanagama tidak melewati jalur utama.

“Kami secara sepihak dituduh menghadang ambulans. Padahal kami sekadar menanyakan soal kesepakatan awal bahwa ambulans tidak melewati jalan raya di desa kami untuk menuju Wisma Wanagama,” kata Sudadi saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Hasil Rapid Test Reaktif, Belasan Orang Diisolasi di Wisma Wanagama

Seharusnya, kata dia, ambulans tersebut melalui jalur Bunder atau hutan kayu.

"Wisma Wanagama dijadikan lokasi karantina silakan, tapi jalurnya melalui utara (jalur museum kayu hutan Bunder), dan disetujui. Itu sudah disampaikan kepada relawan,” kata Sudadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasi Pemerintahan Desa Banaran Subayari mengatakan, awal pertemuan dengan desa dan Gugus Tugas Covid-19 disepakati melalui sisi utara melalui hutan bunder.

“Yang diinginkan relawan (Desa Banaran) agar masyarakat tidak takut,” kata dia.

Baca juga: Pasien Rapid Test Reaktif di Gunungkidul Akan Diisolasi di Hutan Wanagama

Diberitakan sebelumnya, Wisma Wanagama di Desa Banaran, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, digunakan untuk mengkarantina belasan orang reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, sempat ada penolakan dari warga sekitar saat petugas mengevakuasi pasien.

"Total sudah ada 14 orang (yang dikarantina di wanagama)," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (22/5/2020).

Sementara itu, Kepala PMI Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, hari pertama proses pengantaran warga karantina sempat ada kendala.

Ambulans dari PMI dilarang melintas oleh warga karena hasil kesepakatan dengan gugus tugas akses menggunakan jalur di rest area Bunder.

Meski demikian, permasalahan ini dapat diselesaikan atas bantuan dari pihak kepolisian.

"Sudah bisa lewat. Jujur kalau harus lewat jalur di rest area agak susah sehingga dipilih akses di Desa Banaran yang kondisi jalannya lebih bagus,” kata Iswandoyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.