Sejumlah Warga Surabaya yang Meninggal Masuk Daftar Penerima Bansos Covid-19

Kompas.com - 08/05/2020, 13:05 WIB
Seorang warga melihat daftar penerima bantuan sosial untuk warga terdampak COVID-19 di kantor kelurahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/5/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya ANTARA/HO-Humas Pemkot SurabayaSeorang warga melihat daftar penerima bantuan sosial untuk warga terdampak COVID-19 di kantor kelurahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/5/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Surabaya yang telah meninggal disebut masuk dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan bantuan langsung tunai (BTL) dari pemerintah selama pandemi virus corona baru atau Covid-19.

"Kemarin (7/5/2020), saya dapat pengaduan dari ketua RW di Kecamatan Simokerto bahwa ada 15 nama warga di RW-nya yang sudah meninggal dunia namun nama masih masuk penerima bansos," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya seperti dikutip dari Antara, Jumat.

 

Padahal, lanjut dia, pihak RW setempat sudah melaporkan pembaharuan data warga yang meninggal ke Pemkot Surabaya pada Februari 2020.

Tapi nama warga yang meninggal itu masih muncul di daftar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai penerima bansos.

"Hari ini, Ketua RW itu saya minta ke DPRD Surabaya dengan membawa bukti-bukti data," ujarnya.

Baca juga: 10 Hari Penerapan PSBB Surabaya Belum Berhasil Tekan Kasus Positif Corona

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reni meminta Pemkot Surabaya memperbarui data penerima bansos. Ia tak ingin penyaluran bansos tak tepat sasaran.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi D Bidang Kesra DPRD Surabaya Akmarawita Kadir.

Akmawarita meminta Pemkot Surabaya lebih fokus saat mendata penerima bansos.

"Banyak laporan warga yang tidak mendapatkan sembako padahal masuk dalam MBR," katanya.

Menurutnya, pendataan masyarakat yang baru memasuki kategori MBR lebih peting dilakukan. Karena, banyak masyarakat yang jatuh miskin karena pandemi corona.

Warga luar Surabaya yang mengalami hal sama juga perlu didata untuk mendapatkan bansos.

 

Apalagi saat ini banyak sumbangan dari berbagai pihak yang masuk ke Pemkot Surabaya. Seperti dari Presiden Joko Widodo, Pemerintah Provinsi Jatim, swasta, kelompok atau komunitas tertentu.

"Pendataannya harus tepat sasaran, jangan sampai double atau ada yang harusnya dapat tetapi tidak dapat. Malah yang paling disesalkan yang harusnya tidak berhak tetapi malah mendapatkan bantuan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, masyarakat bisa mengecek dafar penerima bantuan di kantor kecamatan dan kelurahan.

Baca juga: Viral 3 Remaja Pelesetkan Lagu Aisyah Istri Rasulullah Sambil Joget, Polisi: Sudah Ditangkap

"Sekarang sudah ditempel di kantor kecamatan dan kelurahan. Jadi masyarakat bisa melihat keterbukaan dalam penyaluran," kata Fikser.

Warga yang belum menerima bantuan dan terdampak Covid-19 bisa melapor ke pengurus RW atau kelurahan agar dimasukkan dalam aplikasi terdampak.

"Di sini kita melibatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan data, sehingga pengurus dengan masyarakat itu tahu yang pantas menerima bantuan. Tujuannya agar di kemudian hari tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran," ujarnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X