10 Hari Penerapan PSBB Surabaya Belum Berhasil Tekan Kasus Positif Corona

Kompas.com - 08/05/2020, 06:35 WIB
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020). Dok. Dishub SurabayaKemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidorjo telah berjalan selama 10 hari. Tapi, penerapan PSBB belum bisa menekan angka kasus virus corona baru atau Covid-19 di Surabaya.

Berdasarkan catatan Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, kasus positif Covid-19 di Surabaya mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Hampir Separuh Kasus Covid-19 Jatim Ada di Surabaya, 5 Fraksi DPRD Usulkan Pansus

Contohnya, terdapat 44 kasus positif pada hari ketiga dan 58 kasus positif pada hari keempat penerapan PSBB.

"Bahkan hari keenam di angka 59 kasus, tapi pada hari kesembilan turun 17 kasus," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi dalam konfrensi pers daring dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/5/2020) malam.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Surabaya juga naik. Pada hari kedua penerapan PSBB, terdapat penambahan 66 PDP.

Sementara hari keempat sebanyak 33 PDP, hari kelima 45 PDP, hari ketujuh 56 PDP, hari kedelapan 67 PDP, dan hari kesepuluh 107 PDP.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pun masih tinggi. Penambahan ODP pada hari kedua sebanyak 69 orang, hari keempat 102 orang, hari ketujuh 69 orang, hari kedelapan 70 orang, dan hari kesepuluh 56 orang.

Menurut Joni, penerapan PSBB Surabaya harus lebih intensif dengan dukungan TNI, Polri, dan dinas terkait. Selain itu, masyarakat juga harus disiplin mematuhi aturan PSBB.

"Penegakkan di Surabaya perlu lebih serius dan ditekankan lagi, masyarakat perlu meningkatkan disiplin dalam memberlakukan hidup bersih dan sehat," jelasnya.

Sebanyak 592 kasus positif virus corona baru atau Covid-19 tercatat di Surabaya hingga Kamis (7/5/2020) malam.

Sementara, jumlah kasus positif di Jawa Timur sebanyak 1.265 kasus. Artinya, jumlah kasus positif di Surabaya hampir separuh dari kasus di Jawa Timur.

Baca juga: Sepekan PSBB Surabaya, 290 Masjid dan Mushala Masih Gelar Tarawih, Mobilitas Warga Berkurang

PSBB di Surabaya diterapkan berbarengan dengan Sidoarjo dan Gresik. Sebab ketiga daerah itu cukup berdekatan.

"Untuk kasus di Gresik dan Sidoarjo grafiknya relatif turun setelah diberlakukan PSBB," terang Joni. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X