Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan, Sopir Zuraida Mengaku 5 Kali Diajak Membunuh Jamaluddin

Kompas.com - 07/05/2020, 08:49 WIB
Liber Junianto Hutasoit Alias Soit, supir lepas terdakwa Zuraida Hanum memberikan keterangan di PN Medan, Rabu (6/5/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTILiber Junianto Hutasoit Alias Soit, supir lepas terdakwa Zuraida Hanum memberikan keterangan di PN Medan, Rabu (6/5/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Sidang lanjutan perkara pembunuhan hakim PN Medan masih beragendakan pemeriksaan para saksi. Kali ini, Jaksa Penuntut Umum Parada Situmorang menghadirkan Liber Junianto Hutasoit alias Soit, sopir lepas terdakwa Zuraida Hanum.

Saksi juga menjadi tempat terdakwa mencurahkan isi hati dan kekesalannya kepada Jamaluddin, suaminya. 

Saksi mengatakan, sekitar Maret atau April 2019, saat berada di dalam mobil, terdakwa meminta tolong saksi untuk membantu membunuh suaminya.

Tidak hanya sekali, seingat saksi, terdakwa berulang kali mengucapkannya. Alasannya, korban sering selingkuh, berlaku kasar, dan sering pulang malam.

Baca juga: Cemburu pada Asisten Pribadi Suaminya, Istri Hakim PN Medan: Kau Alasanku Sakit Hati dan Bunuh Korban

 

Namun saksi terus menolak, meski terdakwa mengiming-imingi akan memberikan bantuan modal usaha.

"Ada lima kali diminta membunuh Pak Jamal, tiga kali waktu di mobil, dua kali lewat telfon. Saya terus menolak, saya tawarkan ke dukun saja..." kata saksi di PN Medan, Rabu (6/5/2020).

Rupanya tawaran saksi tidak diterima terdakwa Zuraida karena tidak percaya dengan hal klenik.

Ditanya hakim apakah saksi pernah mencari tahu dan melihat korban selingkuh, saksi mengangguk.  

"Pernah sekali saya disuruh membuntuti Pak Jamal. Saya melihat Pak Jamal dengan perempuan berdua di sebuah cafe, tapi saya tidak tahu persis itu siapanya. Umurnya 30-an gitu, tidak pakai jilbab. Saya tunjukkan fotonya kepada ibu (Zuraida), dia tidak kenal. Saya disuruh menyelusuri lagi, saya iyakan, tapi tidak saya kerjakan..." kata saksi.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan, Jaksa Jemput Saksi karena Takut Kesasar Lagi

Sebelum mengakhiri kesaksiannya, Soit mengaku saat dikronfrontir di Mapolrestabes Medan usai pasca-terbunuhnya korban, Zuraida membuat catatan kecil yang isinya akan memberikan Rp 100 juta kepada saksi kalau mau mencabut kesaksiannya.

Lagi-lagi saksi menolak permintaan terdakwa, malah saksi melaporkan hal ini kepada polisi, sayangnya tidak ditindaklanjuti.

Zuraida minta saksi buntuti suami

Menanggapi keterangan saksi, Zuraida mengatakan, benar ada menyuruh saksi mengikuti suaminya karena hampir setiap hari main perempuan.

Rupanya saksi terus memberikan laporan tentang korban yang membuat Zuraida semakin sakit hati mendengarnya. Soal tawaran Rp 100 juta saat konfrontir, terdakwa membantahnya.

"Saya spontan bilang ke dia (saksi), saya mau dia (korban) mati karena terlalu sakit hati saya," kata Zuraida dengan suara hampir menangis.

Sidang ditutup dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (8/5/2020) mendatang dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Baca juga: Ibu Pembunuh Hakim PN Medan Ingin Anaknya Dihukum Seringan-ringannya, Ini Alasannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X