7 Senjata Api Raib hingga Dijual Rp 15 Juta, Fakta Polisi Bobol Gudang Logistik di Babel

Kompas.com - 30/04/2020, 08:12 WIB
Senjata api yang diduga hasil curian anggota polisi di Polda Bangka Belitung. Istimewa.Senjata api yang diduga hasil curian anggota polisi di Polda Bangka Belitung.

KOMPAS.com - Dua oknum anggota polisi berpangkat bripda ditangkap karena mencuri dan menjual pistol dari gudang logstik Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Kedua oknum tersebut adalah Bripda MA dan Bripda MAF pada awal Januari 2020.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi, kedua oknum polisi itu mencuri 7 pistol jenis HS.

"Sudah diamankan semuanya, termasuk dua anggota," kata Maladi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Berawal dari temukan anak kunci kantin

Maladi menjelaskan, kasus tersebut berawal dari kedua tersangka menemukan anak kundi gudang logistik di kantin.

Setelah itu, mereka masuk ke gudang setelah apel malam dan mengambil tiga senjata api jenis HS, lengkap dengan kotaknya.

Baca juga: Berapa Harga Pistol yang Dicuri dan Dijual Polisi?

Lalu, tanpa sepengetahuan Bripda Romi, Kkunci gudang tersebut segera dikembalikan ke lemarinya oleh kedua tersangka.

Menurut Maladi, kedua pelaku menyimpan 3 pistol tersebut di rumah Bripda MA di Aspol Selan.

Dijual ke anggota polisi

Setelah itu, kedua pelaku, sekitar akhir Januari 2020, menawarkan pistol tersebut ke Bripda BA seharga Rp 15 juta. 

Bripda BA diduga anggota polisi di daerah Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, dengan harga Rp 15 juta.

"Kemudian, sekitar awal Februari 2020, ketiga pistol tersebut dibawa Bripda MA untuk dijual ke Bripda BA di Sumsel dengan harga masing-masing pistol Rp 15 juta," ujar Maladi.

Lalu, sekitar 3-4 hari sepulang dari Sumsel, Bripda MA kembali mencuri kunci gudang dari lemari Bripda Romi.

Kedua tersangka langsung menuju gudang dan kembali mengambil 4 pucuk pistol.

 

Menaruh pistol ke rumah warga

Setelah itu, kabar pencurian pistol menggemparkan jajara kepolisin di Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Kedua tersangka pun segera memindahkan keempat pistol yang dicuri ke rumah seorang warga bernama Y di Kelurahan Kampung Keramat, Pangkalpinang.

Saat itu, kedua pelaku menyimpan pistol tersebut tanpa sepengetahuan Y. Menurut Maladi, harga jual setiap pistol tersebut bisa mencapai jutaan rupiah.

"Harganya bisa jutaan. Bisa di atas Rp 10 juta. Tapi belum sempat dijual," kata Maladi.

Pelaku terancam hukuman berat

Maladi menjelaskan, kedua oknum anggota polisi tersebut terancam pasal pidana tentang pencurian dan pelanggaran etik berat anggota polisi.

Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap motif dan jaringan pencurian senjata organik tersebut.

Baca juga: Kronologi Polisi Mencuri dan Menjual Pistol

"Nanti kami sampaikan lagi, karena ini masih berkoordinasi dengan Sumsel. Temuan pertama di sana," ujar Maladi.

Maladi menambahkan, awal kasus tersebut terbongkar setelah adanya kecurigaan jajaran Polda Sumatera Selatan atas kepemilikan senjata salah satu personel.

(Penulis: Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur | Editor: Abba Gabrillin)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X