Kisah Pedagang Bakso Keliling, Nekat Jualan Saat Wabah Corona Demi Anak Istri

Kompas.com - 17/04/2020, 08:35 WIB
Gatot Setiawan (48) pedagang bakso di Pangkalpinang yang terpaksa berjualan di tengah pandemi corona, Kamis (16/4/2020). KOMPAS.com/HERU DAHNURGatot Setiawan (48) pedagang bakso di Pangkalpinang yang terpaksa berjualan di tengah pandemi corona, Kamis (16/4/2020).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Mentari pagi mulai beranjak naik saat Gatot Setiawan (48) memanaskan sepeda motor di rumahnya di RT02/RW02 Kelurahan Paritlalang, Rangkuih, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (16/4/2020).

Bapak tiga anak ini, memutuskan keluar rumah untuk berjualan bakso setelah sebulan bertahan tinggal di rumah.

"Disuruh tinggal di rumah karena ada corona. Sudah sebulan tidak jualan. Hasilnya malah minus," kata Gatot saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis siang.

Gatot menuturkan, selama tinggal di rumah, dirinya mengandalkan uang tabungan dari penghasilan berjualan bakso.

Kemudian uangnya habis, sehingga terpaksa mengandalkan penghasilan istri dari berjualan jamu keliling.

Sebagai pedagang yang berharap penghasilan dari usaha harian, Gatot mengaku kesulitan menghidupi keluarga jika libur terlalu lama.

Baca juga: Kisah di Balik Seorang Ayah Jual HP Rusak demi Beli Beras untuk 5 Anaknya

Butuh uang untuk kuota internet anak belajar di rumah

"Dalam sehari rata-rata terjual 60 sampai 80 mangkok. Dulu waktu kondisi normal. Sekarang baru dua hari mulai lagi. Pendapatan turun karena pelanggan berkurang juga," ujar Gatot dengan raut wajang menerawang.

Sebagai kepala keluarga, Gatot harus membiayai seluruh kebutuhan rumah tangga setiap bulannya. Penghasilan istrinya sebagai pedagang jamu, kadang tidak menentu.

Selain kebutuhan makan sehari-hari, Gatot juga harus memikirkan biaya sekolah anak. Anak tertuanya kini duduk di bangku SMA.

Meskipun ada program belajar di rumah, itu pun harus mengeluarkan biaya untuk kuota internet. Alih-alih penggunaan listrik juga meningkat.

"Kami juga tak dapat subsidi PLN. Waktu dicek tercatat keluarga mampu. Padahal pekerjaan dan rumah seperti ini," beber bapak asal Klaten, Jawa Tengah itu.

Baca juga: Kisah Bocah 9 Tahun Sumbangkan Tabungannya untuk APD Petugas Medis

Sering tak dapat bantuan Pemerintah

Gatot pun berharap pemerintah tidak pilih kasih dalam menyalurkan bantuan terkait Covid-19. Selama 20 tahun menjadi warga Pangkalpinang, Gatot mengaku kerap terlewatkan dalam program bantuan.


"Kemarin didata ulang karena terlewatkan. Padahal rumah di sekitar yang punya mobil sudah didata duluan," ujar dia.

Menurut Gatot, dirinya juga merasa khawatir terhadap wabah corona yang tengah menghantui saat ini. Namun, kekhawatiran itu harus dikubur dalam-dalam karena alasan ekonomi.

Bagi Gatot, asap dapur lebih penting mengepul dari pada ancaman virus yang tak jelas ujudnya.

"Siapa yang tidak khawatir mas. Tapi kami kan orang buruh kayak gini. Kalau gak kerja gak makan," pungkasnya.

Baca juga: Kisah Anak 7 Tahun yang Menginap Sebulan di Rumah Ridwan Kamil

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X