KILAS DAERAH

HTI Terlibat dalam Penanggulangan Covid-19 di Jabar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Kompas.com - 13/04/2020, 11:15 WIB
Sekretaris Daerah  Pemprov Jabar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja Dok. Humas Jawa BaratSekretaris Daerah Pemprov Jabar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melibatkan organisasi masyarakat (ormas) berbadan hukum untuk menangani wabah Covid-19.

Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja menyatakan, ormas yang boleh terlibat adalah yang berlandaskan Pancasila, menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, dan NKRI.

Adapun terkait terteranya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam rencana penanggulangan Covid-19 di Jabar merupakan ketidaksengajaan.

Hal itu dibenarkan Ketua Divisi Kemitraan dan Penggalangan Bantuan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dani Ramdan .

Baca juga: Cegah Pandemi Corona, Wagub Jabar Larang Masyarakat Mudik dan Piknik

Menurutnya, saat ini kesalahan pencantuman HTI pada daftar ormas dalam lampiran Surat Ajakan Partisipasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 perihal Partisipasi Penanggulangan Covid-19 sudah diperbaiki.

“Kami juga sudah memastikan bahwa hanya ormas berbadan hukum atau resmi dan sesuai dengan ideologi Pancasila yang termasuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat," kata Dani, Sabtu (11/4/2020).

Atas kesalahan yang terjadi, pihaknya telah menerbitkan surat klarifikasi berupa Ralat Lampiran Surat Sekretariat Daerah tentang Partisipasi Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat No. 900/302/COVID-19 tanggal 11 April 2020.

Lebih lanjut Dani Ramdan menjelaskan usaha penanganan Covid-19 dengan melibatkan Ormas adalah mempraktikan konsep Penthahelix.

Baca juga: Cegah Pandemi Corona, Wagub Jabar Larang Masyarakat Mudik dan Piknik

Konsep tersebut melibatkan lima unsur yang diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Adapun Lima unsur yang dimaksud yakni Akademisi, Bisnis, Community, Government, dan Media (ABCGM).

“Pemerintah tentu akan kesulitan mengendalikan Covid-19 tanpa partisipasi masyarakat.” tegas Dani.

Dalam keterangan tertulisnya, Dani mengatakan, kolaborasi tersebut amat krusial dalam penanggulangan Covid-19. Semua pihak harus bergerak aktif bersama, terutama dalam hal pencegahan penyebaran.

Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, Pemprov  Jabar akan menerapkan physical maupun social distancing serta maklumat larangan mudik.

Baca juga: Penerapan PSSB Kota Bogor Diusulkan Berbarengan dengan Bantuan dari Pemprov Jabar

Hal ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab Covid-19.

"Masalah Covid-19 ini adalah masalah bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, membantu, mempercepat penyelesaian masalah Covid-19 ini," ucap Kang Emil beberapa waktu lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X