Seorang Pejabat Pemkot Tanjungpinang Berstatus PDP Covid-19 Meninggal

Kompas.com - 12/04/2020, 18:35 WIB
Ilustrasi virus corona (COVID-19). KemenkesIlustrasi virus corona (COVID-19).

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Seorang pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang yang masuh dalam pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, Kepri, meninggal dunia.

Pejabat pemkot tersebut berusia 58 tahun, yang merupakan ASN Eselon III di Kesbangpol Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri yang juga juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Tenda Posko Induk Covid-19 Bener Meriah Roboh Dihantam Puting Beliung

Tjetjep mengatakan, pasien tersebut meninggal Minggu (12/4/2020) pukul 08.12 WIB.

“Tadi proses pemakamannya telah disiapkan, dan dimakamkan siang ini juga,” kata Tjetjep melalui telepon, Minggu.

Dengan meninggalnya pejabat Pemkot Tajungpinang ini, total keseluruhan PDP yang meninggal dunia di Kepri berjumlah 14 PDP.

Hanya saja, apakah pejabat ini positif terpapar Covid-19 atau tidak, masih menunggu hasil tes PCR di Jakarta.

Ia mengatakan, yang bersangkutan sudah lama mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit rujukan di Tanjungpinang, bahkan terhadap yang bersangkutan telah lama dipasangi ventilator.

Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Sempat Batuk dan Sesak Napas, Hasil Rapid Test Non-Reaktif

Sementara, Tjetjep mengatakan, 14 PDP yang meninggal dunia ini tersebar di Kabupaten Kota yang ada di Kepri, satu di Kabupaten Karimun, 11 orang di Batam dan dua orang di Tanjungpinang.

"Sampai saat ini terbanyak tetap berada di Batam," terang Tjetjep.

Namun, dari 14 PDP ini, sembilan di antaranya hasil tes PCR-nya terkonfirmasi negatif atau meninggal akibat penyakit penyerta dan limanya lagi masih menunggu hasil lab dari Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Kuliner di Mataram Tertangkap Kasus Investasi Bodong

Pengusaha Kuliner di Mataram Tertangkap Kasus Investasi Bodong

Regional
Kebakaran di Kotabaru Kalsel, 150 Rumah Habis Terbakar

Kebakaran di Kotabaru Kalsel, 150 Rumah Habis Terbakar

Regional
Siapa Sangka, Hobi Steven Mengoleksi Tanaman Karnivora Mampu Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah

Siapa Sangka, Hobi Steven Mengoleksi Tanaman Karnivora Mampu Hasilkan Cuan Jutaan Rupiah

Regional
Operasi Zebra, Polisi Bagikan Masker dan Boneka ke Pengguna Jalan, Tak Ada Sanksi Tilang

Operasi Zebra, Polisi Bagikan Masker dan Boneka ke Pengguna Jalan, Tak Ada Sanksi Tilang

Regional
Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Dirut Bank di Salatiga Bantah Uang Nasabah Rp 1 M Raib: Transaksi Dilakukan di Luar Kantor

Regional
3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X