Dilema Jam Malam di Tengah Wabah Corona, di Aceh Hanya Bertahan Sepekan

Kompas.com - 09/04/2020, 06:07 WIB
Suasana malam di Komplek Alun alun dan GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas,Jawa Tengah pada Sabtu malam (4/4) setelah diberlakukan jam malam. Agus Maryono/BBCSuasana malam di Komplek Alun alun dan GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas,Jawa Tengah pada Sabtu malam (4/4) setelah diberlakukan jam malam.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa kota dan kabupaten di Indonesia memberlakukan jam malam dalam upaya mengendalikan penyebaran wabah Covid-19.

Ada yang membatalkan setelah penerapannya dinilai 'belum terukur'.

Sebelum Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejumlah daerah sudah mulai memberlakukan jam malam dengan tujuan untuk mengendalikan penularan virus corona.

Namun aturan jam malam ini menuai protes warga.

Baca juga: Kapolda Jabar: Tidak Ada Jam Malam di Jabar, Hanya Iimbauan

Jam malam dinilai mengakibatkan menurunnya pendapatan warga yang memiliki aktivitas berdagang di malam hari, juga menimbulkan 'ketakutan' tersendiri bagi sebagian warga.

Salah seorang pejabat pemerintah daerah mengakui sebetulnya 'belum ada penelitian secara khusus yang dapat mengukur' dampak jam malam terhadap penurunan penularan Covid-19.

Seorang sosiolog mengatakan pemerintah daerah 'terburu-buru menetapkan jam malam karena kewalahan' dan 'luput mengukur dampak ekonomi' bagi warga.

Dalam peraturan PSBB yang diterbitkan pemerintah pusat, pemberlakuan pembatasan di wilayah perlu mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan.

Baca juga: Satpol PP Padang Amankan 17 Orang Pelanggar Aturan Jam Malam

Jam malam di Aceh, hanya bertahan sepekan

Sejumlah desa melakukan pembatasan mandiri untuk cegah penyebaran virus corona. Hidayatullah/BBC Sejumlah desa melakukan pembatasan mandiri untuk cegah penyebaran virus corona.
Salah satu daerah yang menerapkan jam malam adalah Aceh.

Jam malam yang diberlakukan berdasarkan maklumat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh (FORKOPIMDA), tentang penerapan jam malam dalam penanganan corona virus disease (Covid-19).

Jam malam disahkan pada tanggal 29 Maret 2020 dan dinyatakan berlaku untuk dua bulan. Jam malam diberlakukan dari pukul 20.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB.

Saat itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dahlan Jamaluddin, menyatakan pemberlakuan jam malam sebagai penyikapan terhadap attitude masyarakat Aceh, berangkat dari berbagai saran tim medis dan realitas di lapangan.

Baca juga: Social Distancing Tak Efektif, Ridwan Kamil Akan Terapkan Jam Malam

"FORKOPIMDA memilih jam malam, karena banyak kegiatan di Aceh yang berlangsung pada malam hari, sejak dua malam ini kita lihat sudah sangat efektif, tapi tetap butuh tim polisi dan TNI untuk membubarkan kerumunan itu," terang Dahlan Jamaluddin kepada BBC Indonesia pada Senin (30/3/2020).

Namun baru sepekan diberlakukan, Forkopimda Aceh mengeluarkan maklumat baru, resmi membatalkan "jam malam" dan mengembalikan situasi Banda Aceh menjadi sediakala.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan pencabutan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar yang baru dikeluarkan Presiden.

Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Hapus Aturan Jam Malam Terkait Corona

Polisi dikerahkan untuk membantu warga menerapkan penjarakan sosial di Surabaya, Jawa Timur. Antara Polisi dikerahkan untuk membantu warga menerapkan penjarakan sosial di Surabaya, Jawa Timur.
"Pemberlakuan jam malam memang sangat mengurangi aktivitas warga. Secara teori memang mengurangi penularan virus, namun ini belum dilakukannya penelitian secara khusus," kata Saifullah.

Sementara warga Aceh punya pendapat tersendiri mengenai pemberlakuan jam malam.

Rubaini Lisma yang tinggal di Banda Aceh, misalnya, punya pengalaman 'buruk' karena jam malam yang diterapkan di kotanya.

Malam itu asmanya kambuh, ia pun terpaksa keluar rumah untuk berobat ke rumah sakit.

Baca juga: Aturan Jam Malam di Aceh Dinilai Tidak Efektif Mencegah Corona

Namun lantaran lupa membawa surat dari kepala desa, sebagai ijin keluar rumah saat jam malam, Rubaini akhirnya harus pulang terburu-buru ke rumah meskipun dalam kondisi asma.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X