Asrama Pemkot Banjarmasin Jadi Tempat Karantina Pasien Covid 19, Warga Menolak dan Blokir Jalan

Kompas.com - 08/04/2020, 07:31 WIB
Dua orang warga memperlihatkan kertas yang bertuliskan nada protes terkait rencana Pemerintah Kota Banjarmasin menjadikan salah satu asrama menjadi tempat karantina dan perawatan Pasien Covid 19. Warga pun pun menolak dan memblokir jalan, Selasa (7/4/2020) malam. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARDua orang warga memperlihatkan kertas yang bertuliskan nada protes terkait rencana Pemerintah Kota Banjarmasin menjadikan salah satu asrama menjadi tempat karantina dan perawatan Pasien Covid 19. Warga pun pun menolak dan memblokir jalan, Selasa (7/4/2020) malam.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk menjadikan salah satu asrama sebagai tempat karantina pasien Covid-19 ditolak puluhan warga.

Warga bahkan mendatangi asrama milik Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarmasin itu di Komplek Kayutangi II, Jl Brigjend Hasan Basry, Banjarmasin Utara.

Dalam aksi penolakan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2020) malam, warga bahkan menutup jalan di area dekat asrama.

Baca juga: Empat Warga Kalbar Tersangka Hoaks Corona, Terancam 10 Tahun Penjara

Fauzi, salah satu warga mengatakan, Pemkot Banjarmasin tak pernah sekalipun menyampaikan rencana tersebut kepada seluruh warga sehingga warga terpaksa turun ke jalan.

"Dengan kesadaran masing-masing kami terpaksa bergerak dan kami inisiatif untuk memblokir wilayah ini," ujar Fauzi, warga Kompleks Kayu Tangi 2 saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Menurut Fauzi, asrama yang rencananya dijadikan sebagai tempat karantina dan perawatan pasien Covid 19 tersebut sangat dekat dengan permukiman.

Apalagi, tambahnya, wilayah Banjarmasin bagian Utara sudah ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid 19 sehingga dia khawatir pasien yang dikarantina membuat warga takut untuk beraktivitas.

Fauzi pun mengancam akan turun bersama warga jika Pemkot Banjarmasin tetap ngotot menjadikan asrama itu sebagai tempat karantina dan perawatan pasien Covid 19.

"Kalau tetap mau dijadikan tempat karantina atau penampungan dan perawatan ODP dan PDP maka sikap kami tegas menolak," ujarnya.

"Sebelumnya juga tidak ada sosialisasi atau pemberitahuan kepada kami. Harusnyakan minta persetujuan dengan warga. Tapi kalau pun mereka minta persetujuan, kami tetap menolak," tambahnya.

Baca juga: Pasien Positif Corona Betah di Kamar Isolasi, Bantu Petugas Mengepel dan Pesan Makanan Online

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X