PONTIANAK, KOMPAS.com- Ketua rombongan jemaah Sajadah Fajar, Edo Tobing mengaku telah menyerahkan data 65 peserta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Data rombongan yang ikut kegiatan Sajadah Fajar di Kapuas Hulu sudah kita kirim sesuai permintaan pemerintah tadi pagi, berjumlah 65 orang, termasuk yang meninggal dunia," kata Edo, Selasa (7/4/2020).
Edo menegaskan, panitia Sajadah Fajar di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mendukung langkah pencegahan penyebaran virus corona yang dilakukan pemerintah.
Baca juga: Penjelasan MUI soal Kelompok Jemaah Sajadah Fajar di Kalbar
Dia pun membantah telah menolak untuk menyerahkan data peserta kepada Dinas Kesehatan Kalimantan Barat.
"Kita dukung upaya pemerintah. Ini kan untuk kebaikan juga. Pernyataan Kadinkes Kalbar tidak benar, karena tidak ada permintaan secara resmi," ujar Edo.
Edo menjelaskan, semua jemaah Sajadah Fajar yang digelar 27 Februari sampai 1 Maret 2020 itu, berasal dari Kalimantan Barat.
Kegiatan itu juga atas undangan Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
"Semua rombongan dari Kalbar, tidak ada dari luar," ucap Edo.
Baca juga: Dua Jemaah Sajadah Fajar Meninggal, Polisi Dalami Peran Ketua Panitia
Sebelumnya, dua jemaah Sajadah Fajar yang digelar di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada Minggu (1/3/2020), meninggal dunia.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.