Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Kompas.com - 02/04/2020, 22:03 WIB
Alumnus BLK Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah menjahit masker untuk tim gugus tugas covid-19 Kompas.com/Ari HimawanAlumnus BLK Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah menjahit masker untuk tim gugus tugas covid-19


PEKALONGAN, KOMPAS.com - Prihatin kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk para petugas medis yang menangani Covid-19, alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah patungan untuk membuat masker.

Mereka menjahit masker berbahan kain oxford di ruang BLK Kabupaten Pekalongan dari siang hingga sore hari.

Mulyadi (34), salah seorang alumni mengaku menyempatkan diri menjahit masker karena tempat kerjanya sedang libur.

Baca juga: Tetapkan 33 Tersangka Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer, Polisi Hanya Tahan 2 Tersangka

 

Dirinya juga prihatin akan kelangkaan masker di pasaran serta harganya yang melambung.

"Ini inisiatif teman-teman alumni BLK kita jahit masker seribu lembar terlebih dahulu untuk paramedis dan tidak untuk dijual," kata Mulyadi, Kamis (2/4/2020).

Mulyadi menjelaskan untuk bahan masker adalah kain oxford terbuat dari katun dengan sedikit campuran tetoron.

Pengerjaannya pun didobel agar lebih aman dan bisa dipakai beberapa kali.

"Ini bentuk syukur kami juga terhadap pemerintah karena sudah membekali dengan ilmu menjahit gratis," lanjut dia.

Baca juga: Pasien Rehabilitasi Jiwa di Semarang Jalani Terapi dengan Jahit Masker dan APD

Kepala UPTD BLK Kabupaten Pekalongan Edi Apriyanto menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan mengawasi prosesnya agar hasil masker sesuai standar yang dipakai tenaga medis.

Saat packing, masker yang sudah jadi sebelumnya akan disterilkan terlebih dahulu kemudian disalurkan ke gugus depan Covid-19 Kabupaten Pekalongan.

"Kita target seminggu dapat menghasilkan 1000 masker untuk tim gugus tugas. Setelah itu pembuatan untuk warga dan dibagikan secara gratis," tutup Edi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
Lewat 'Jalur Tikus', 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Lewat "Jalur Tikus", 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Regional
Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Regional
Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Regional
Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Regional
KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

Regional
Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Regional
Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Regional
Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Regional
Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Regional
Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Regional
Penerapan New Normal di Manggarai Timur Dilakukan Secara Bertahap

Penerapan New Normal di Manggarai Timur Dilakukan Secara Bertahap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X