Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Kompas.com - 02/04/2020, 13:01 WIB
Para pedagang di pasar hewan di Jember yang masih tetap melakukan aktivitas jual di tengah wabah corona. Namun mereka dibubarkan oleh Muspika Sumberbaru KOMPAS.com/Dokumentasi Polsek SumberbaruPara pedagang di pasar hewan di Jember yang masih tetap melakukan aktivitas jual di tengah wabah corona. Namun mereka dibubarkan oleh Muspika Sumberbaru

JEMBER, KOMPAS.com – Para pedagang di pasar hewan Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, tetap berjualan pada Kamis (2/4/2020).

Padahal, para pedagang telah mengetahui pasar itu ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

"Pasar tradisional memang dibatasi, tapi kalau pasar hewan ditutup," kata Kapolsek Sumberbaru AKP Subagio saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Operasional Pasar Dibatasi, Pedagang Ayam Pindah Berdagang ke Lapangan

Penutupan pasar hewan itu berdasarkan kesepakatan musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dan Polres Jember.

Pasar hewan itu biasanya dibuka setiap Kamis dan Sabtu.

Meski ditutup, para pedagang tetap berdatangan menggelar dagangan di pasar hewan itu.

Daging sapi dan kambing dijajakan kepada pembeli.

"Mereka mencoba ketegasan (kami), tetap dibubarkan apa tidak dia," kata Subagio.

Polisi bersama Satpol PP dan Koramil Sumberbaru mendatangi pasar hewan itu. Aktivitas jual beli di pasar hewa tersebut langsung dibubarkan.

 

Subagio heran dengan sikap para pedagang padahal imbauan penutupan pasar telah disampaikan sejak jauh hari.

Pengumuman penutupan itu juga disampaikan melalui empat spanduk yang dipasang di dalam dan luar pasar.

“Pasar ini dikelola oleh desa, di sana sudah dipasang empat spanduk imbauan, di dalam hingga di luar pasar, sejak tanggal 2 April sampai batas waktu belum ditentukan, dibubarkan,” tegas dia.

Subagio mengatakan, polisi akan menindak tegas para pedagang yang masih menggelar dagangan dan melakukan aktivitas jual beli.

Baca juga: Satpol PP Amankan Tiga Pasang Kekasih Bermesraan di Alun-alun Jember

Para pedagang diminta mematuhi imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan demi mencegah penyebaran virus corona baru.

“Kalau masih tetap ada, tindakan sesuai Undang-undang Kesehatan dan Karantina (UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan). Bisa kami jerat hukuman maksimal satu tahun,” pungkas dia.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X