Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Kompas.com - 01/04/2020, 12:59 WIB
Karyawan membersihkan kaca di terminal kedatangan Bandara Depati Amir, Pangkalan Baru, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (6/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Angkasa II (Persero) Cabang Bandara Depati Amir melakukan pembersihan di seluruh area terminal menggunakan cairan disinfektan khususnya di area terminal kedatangan. ANTARA FOTO/Anindira KintaraKaryawan membersihkan kaca di terminal kedatangan Bandara Depati Amir, Pangkalan Baru, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (6/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Angkasa II (Persero) Cabang Bandara Depati Amir melakukan pembersihan di seluruh area terminal menggunakan cairan disinfektan khususnya di area terminal kedatangan.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Pihak manajemen Maskapai Penerbangan Lion Air sepakat akan menghentikan rute penerbangan reguler ke Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, mulai Kamis, 2 April 2020.

Selanjutnya, penerbangan akan mengikuti jadwal sesuai masa tanggap darurat pencegahan wabah Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Kesepakatan itu didapat dalam rapat koordinasi yang dilakukan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah, bersama Ketua DPRD Kepulauan Babel Didit Srigusjaya, Kapolda Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat, pihak Angkasa Pura II Bandara Depati Amir dan Manajemen Lion Air, di kantor DPRD, Selasa (31/3/2020).

Kepastian penghentian jadwal reguler Lion Air itu disampaikan Manajemen Pusat Lion Air, Daniel setelah Wagub Abdul Fatah, menghubunginya secara langsung via sambungan telepon.

Baca juga: Pilot Lion Air Meninggal Diduga karena Corona, Dirjen Hubud Ambil Langkah Serius

Pihak Lion Air sepakat akan menghentikan rute penerbangan reguler ke Bangka Belitung.

Namun demikian pihaknya meminta kebijakan satu hari untuk jadwal penerbangan pada tanggal 1 April dikarenakan tiket yang terlanjur telah terjual ke masyarakat.

Pihak Lion Air akan sepakat dengan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.

Abdul Fatah menyampaikan pada pertemuan ini tadi telah kita dengarkan bersama komunikasi dengan Lion Air Pusat.

Intinya adalah bahwa setelah tanggal dua pihak Lion Air akan mengikuti jadwal sebagaimana yang telah diatur oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Penerbangan ke Bangka Belitung Dibatasi Sekali dalam Sehari, Berikut Jadwalnya...

Menurut Abdul Fatah ini adalah langkah optimal untuk mencegah Covid-19. Wagub Abdul Fatah mengharapkan masyarakat Bangka Belitung bersama-sama menjaga provinsi ini.

Mudah-mudahan dengan komitmen dan kerja sama dalam upaya penanganan Covid-19, Bangka Belitung dapat membersihkan virus ini.

"Ini yang bisa kami putuskan hari ini, kami harap masyarakat Babel bisa bersama-sama menjaga Babel, terkait dengan pembatasan penerbangan dan pengaturan jadwal secara musyawarah diatur dengan pihak maskapai, dan secara tersurat akan ditindaklanjuti oleh Kepala Dishub Babel," ungkapnya.

Baca juga: Sebaran 129 Kasus Baru Covid-19 di 17 Provinsi, Babel Catat Kasus Perdana

Unjuk rasa di Depati Amir

Sementara itu, Didit Srigusjaya menjelaskan pertemuan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut unjuk rasa masyarakat kemarin di Bandara Depati Amir. Hal ini menurutnya perlu diambil solusi.

Dalam penjelasannya setelah dilakukan koordinasi dengan Lion Air Pusat, maskapai penerbangan akan menghentikan jadwal reguler, namun meminta besok tetap lakukan penerbangan dengan alasan belum melakukan sosialisasi dan tiket yang sudah terlanjur terjual

"Insyaallah mulai 2 April mereka berkomitmen untuk lakukan sesuai kesepakatan dan saya mohon pihak Angkasa Pura laksanakan sesuai SOP sehingga tidak timbulkan keresahan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang dilakukan benar-benar disepakati," ungkapnya.

Didit mengimbau agar masyarakat Babel untuk saling menjaga, tidak perlu kerahkan massa, percayakan pada kepolisian, karena bandara adalah salah satu objek vital yang harus dijaga dan dilindungi.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Babel Jadi 2 Orang, 1 Diketahui Setelah Meninggal

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
Lewat 'Jalur Tikus', 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Lewat "Jalur Tikus", 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Regional
Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Regional
Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Regional
Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Regional
KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

Regional
Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Regional
Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Regional
Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Regional
Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Regional
Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Regional
Penerapan New Normal di Manggarai Timur Dilakukan Secara Bertahap

Penerapan New Normal di Manggarai Timur Dilakukan Secara Bertahap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X