Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Kompas.com - 29/03/2020, 19:09 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

KOMPAS.com -  Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menutup seluruh akses transportasi masuk dan keluar di daerah perbatasan Sulteng-Gorontalo.

Penutupan dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.

Diketahui pasien positif terjangkit virus corona di Sulteng berjumlah dua orang.

"Akan kita berlakukan mulai Senin (30/3/2020), pukul 00.00 Wita selama 14 hari ke depan," kata Bupati Tolitoli Mohammad Saleh Bantilan melalui telepon dari Palu, Sabtu (28/3/2020).

Baca juga: Kementerian PUPR Pastikan Virus Corona Tak Halangi Pengerjaan Huntap di Palu

Mohammad Saleh mengatakan, tindakan itu dilakukan sebagai langkah preventif sebelum warganya terjangkit virus corona.

"Jangan nanti terjangkit baru ambil tindakan, itu keliru. Kita harus berani ambil tindakan sebelum warga terjangkit," katanya.

Dia mengatakan, penutupan akses tersebut dilakukan di darat, laut, dan udara.

Di darat, Tolitoli berbatasan dengan Kabupaten Donggala bagian selatan, di bagian timur berbatasan dengan Parigi Moutong, dan bagian utara berbatasan dengan Gorontalo.

Daerah itu juga memiliki akses pelabuhan laut di Dermaga Pelabuhan Dede untuk kapal penumpang dan barang.

Saleh menjelaskan, arus orang sama sekali tidak diizinkan masuk, kecuali barang, khususnya sembako, yang itu pun melalui pemeriksaan ketat dan penyemprotan disinfektan.

"Barang dari kapal boleh diturunkan tetapi penumpang tidak boleh turun," katanya.

Di Bandara Lalos, kata Saleh, jadwal penerbangan hanya boleh dua kali sepekan dan seluruh penumpang dipastikan sudah steril dari gejala umum Covid-19.

Saleh sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjaga seluruh pintu masuk dan keluar Tolitoli.

Dalam beberapa hari ini, kata Saleh, daerahnya masih memberlakukan jam buka tutup dari pukul 06.00 sampai 22.00 Wita di seluruh perbatasan.

"Tetapi mulai Senin besok pukul 00.00 kita tutup total," katanya.

Atas rencana penutupan itu, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang hendak melintas di Kabupaten Tolitoli.

Baca juga: Social Distancing Tak Efektif, Jabar Buka Opsi Lockdown Zona Merah Covid-19

Terkait dengan aktivitas dalam daerah, masih berjalan seperti biasa. Namun, pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak berkerumun dan keluar rumah serta menjaga jarak.

"Hari-hari biasa masih berlangsung normal, tetapi kita sudah imbau dibatasi. Warung tetap buka tetapi kita minta pesanan dibungkus, tidak makan di tempat," katanya.

Terkait dengan pelayanan kesehatan, dia mengakui fasilitas rumah sakit masih terbatas.

Meski begitu, pemerintah tetap menyediakan ruang rawat inap jika sewaktu-waktu ada rujukan dengan gejala umum Covid-19.

Dari 28 kasus PDP Covid-19 di Sulteng, terdapat satu PDP di Tolitoli.

Hasil pemeriksaan terakhir menyebut pasien PDP itu negatif corona.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Regional
Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Regional
TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X