Cegah Covid-19, Akses Keluar Masuk Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Ditutup Mulai 23 Maret

Kompas.com - 20/03/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

TIMIKA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Papua, menutup akses menuju Kota Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya.

Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona ke daerah tersebut.

Hal ini diputuskan setelah Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menggelar rapat lintas sektoral pencegahan, dan penanganan wabah Covid -19 di Aula Sasana Kawonak, Kantor Bupati Puncak Jaya, Kamis (19/3/2020) siang.

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengungkapkan, penutupan akses akan dimulai Senin (23/3/2020) hingga 4 April 2020.

Baca juga: Risma Minta IT Telkom Surabaya Buatkan Bilik Sterilisasi Virus Corona, Begini Cara Kerjanya

Dengan adanya kebijakan itu, aktivitas belajar mengajar dan kegiatan perkantoran pemda, DPRD diliburkan sementara.

Begitu juga dengan transportasi keluar masuk Kota Mulia, baik via udara dan darat ditutup sementara waktu.

“Kami sebenarnya tidak me-lockdown, ini hanya sebagai karantina agar masyarakat dari luar untuk tidak sementara waktu masuk," kata Yuni, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

“Mulai hari Senin sampai dua minggu ke depan bandara akan ditutup, ibadah pada hari Jumat di mesjid dan ibadah hari Minggu di gereja ditiadakan. Diharapkan melakukan ibadah di rumah masing-masing,” kata Yuni, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

Selama libur dilaksanakan, tim penanggulangan virus corona yang telah terbentuk akan mulai melakukan penyemprotan disinfektan di permukiman masyarakat.

Yuni juga meminta agar masyarakat tidak melakukan penimbunan sembako, masker, cairan desinfektan, dan kebutuhan lainnya.

"Jika ditemukan ada yang melakukan penimbunan, maka akan diberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan,” kata Yuni.

Masyarakat juga diiimbau agar tidak panik terkait keputusan ini, dan menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah atau berkumpul di tempat-tempat ramai.

Yuni memastikan, selama penutupan, ketersediaan pangan serta kebutuhan ekonomi masyarakat dapat bertahan selama dua pekan ke depan.

“Jika nanti kekurangan maka kita akan supply untuk masyarakat menggunakan pesawat. Itupun hanya makanan atau barang yang kita butuhkan, sementara orang yang datang kita tolak,” jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa Positif Corona di Malang, 8 Warga Jadi ODP dan Dites

Yuni berpesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan massa, dan tetap berdiam di rumah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X