Berlian Banjarmasin: Disimpan di Belanda, Jarahan Perang 160 Tahun Lalu (1)

Kompas.com - 13/03/2020, 06:07 WIB
Sejarawan Caroline mempertanyakan mengapa berlian yang merupakan jarahan perang ini disimpan di museum Belanda. dok BBC IndonesiaSejarawan Caroline mempertanyakan mengapa berlian yang merupakan jarahan perang ini disimpan di museum Belanda.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah berlian dari era Kesultanan Banjar yang kini dipajang di sebuah museum di Amsterdam, Belanda - merupakan saksi "sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial," menurut sejarawan dan kurator.

Berlian 80 karat, "jarahan perang" hampir 160 tahun lalu, sempat diberikan kepada Raja Willem III pada tahun 1862 sebagai hadiah.

Intan ini disebut oleh seorang menteri Belanda pada sekitar tahun 1900an sebagai "benda jelek dan kotor", karena tak pernah berhasil dijual akibat biaya pengolahan yang sangat mahal saat itu.

Baca juga: Berlian Banjarmasin: Disimpan di Belanda, Jarahan Perang 160 Tahun Lalu (1)

Kerabat sultan menyebut "simbol kesultanan yang dirampas" Belanda ini harus kembali ke tanah Banjar.

Pemerintah Indonesia dan Belanda sendiri saat ini tengah melakukan riset terkait benda-benda bersejarah yang ada di museum Belanda dan museum Eropa lain, termasuk berlian ini, di tengah wacana pengembalian berbagai artefak.

BBC News Indonesia menelusuri asal usul berlian Sultan Adam Al-Watsiq Billah yang berkuasa pada 1786-1857 serta cerita gelap - kekerasan perang zaman kolonial - di balik permata ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rektor IPB dan Wakil Menteri Belanda Tanam Pohon Bersama di Kota Bogor

Benda indah berkilau dengan banyak cerita gelap

Berlian Banjarmasin: Jarahan perang, milik Sultan Banjarmasin. dok BBC Indonesia Berlian Banjarmasin: Jarahan perang, milik Sultan Banjarmasin.
Di satu ruangan di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda, berlian Banjarmasin diletakkan di tengah, dengan sejumlah artefak lain dari Indonesia.

Pada satu sore di minggu pertama Maret, sekitar satu jam sebelum museum tutup, setidaknya ada 10 orang dalam waktu 15 menit menatap dan membaca keterangan tentang berlian ini.

Di ruangan "Dutch East Indies" ini juga dipajang artefak dari Lombok yang disebutkan dibawa oleh tentara Belanda setelah menaklukkan kerajaan di sana pada 1894, sebanyak 230 kilogram emas, 7.000 perak dan permata yang tak terhitung jumlahnya.

Baca juga: Temui Risma, Pemerintah Belanda Berencana Investasi di Surabaya

Ada juga sejumlah meriam yang disebutkan dibawa "setelah Perang Jawa pada 1825-1830."

Nasib berlian Banjarmasin sendiri setelah dibawa ke Belanda pada abad ke-19 dulu tak berjalan mulus.

Setelah ditolak Raja Willem III karena biaya pengolahan yang tinggi, berlian ini disimpan di gudang dan akhirnya diserahkan ke Rijksmuseum sebagai "milik pemerintahan kolonial" pada 1902.

Kondisi ini yang disebut seorang menteri saat itu sebagai "benda jelek dan kotor," yang ingin dibuangnya.

Baca juga: Kunjungan ke Pabrik Benih Cap Panah Merah, Wakil Menteri Belanda Jajaki Kerja Sama

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X