Warga Sukabumi Masih Ada yang Suka BAB Sembarangan

Kompas.com - 09/03/2020, 16:37 WIB
Sungai Cisuda merupakan salah satu sungai yang diindikasikan menjadi tempat pembuangan BABS di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020) KOMPAS.COM/BUDIYANTOSungai Cisuda merupakan salah satu sungai yang diindikasikan menjadi tempat pembuangan BABS di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/2/2020)

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sebagian warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, hingga saat ini masih mengalami persoalan dalam bidang sanitasi.

Salah satunya, sebagian warga Sukabumi masih melakukan buang air besar (BAB) sembarangan atau belum mendapat predikat open defecation free (ODF).

"Belum ada kelurahan yang ODF sampai 100 persen, baru 48 persen," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Yudi Yustiawan kepada Kompas.com di sela Rapat Koordinasi Penguatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Sukabumi, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Optimistis Virus Corona Tak Berdampak Signifikan terhadap Ekonomi Jabar

Yudi menuturkan, pada 2020 ini, tiga kelurahan yang didorong untuk mencapai 100 persen ODF.

Masing-masing yakni, Kelurahan Karamat di Kecamatan Gunungpuyuh, Kelurahan Sindangpalay di Kecamatan Cibeureum dan Kelurahan Baros di Kecamatan Baros.

Menurut Yudi, untuk mencapai target, program ini harus dilaksanakan secara bersama-sama atau kolaborasi.

Sebab, tidak bisa dilaksanakan hanya oleh Dinas Kesehatan.

Baca juga: Risiko Mengintai, 8,6 Juta Rumah Tangga di Indonesia BAB Sembarangan

Untuk itu, menurut Yudi, pihaknya bersama perangkat daerah lain menggandeng TNI, Polri, dan Baznas untuk menggerakkan masyarakat.

"Yang tidak kalah pentingnya dari masyarakatnya sendiri untuk merubah perilaku. Bagaimana buang limbah BAB tidak ke daratan, selokan dan sungai, tapi melalui septic tank," tutur dia.

Kebiasaan masyarakat

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Sukabumi Wahyu Handriana menjelaskan, masyarakat harus memiliki pengelolaan pembuangan limbah buang air besar  atau septic tank.

"Limbah BAB tidak dibuang ke sungai, gorong-gorong, atau kebun, tapi harus dibuang ke septic tank," kata Wahyu.

Namun, menurut Wahyu, saat ini masih cukup banyak rumah tangga yang tidak mempunyai septic tank dan membuang limbah air besar langsung ke sungai.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X