Jumlah Peternak Ayam Rakyat di Indonesia Terus Turun, Ini Sebabnya

Kompas.com - 07/03/2020, 10:26 WIB
Ilustrasi peternakan ayam. ShutterstockIlustrasi peternakan ayam.

BANDUNG, KOMPAS.com – Jumlah peternak ayam rakyat dan mandiri di Indonesia terus menurun. Pada 2008-2014, dari jumlah kebutuhan ayam nasional, sebanyak 55-60 persennya bisa dipenuhi peternak ayam rakyat dan mandiri.

“Tapi sekarang, paling hanya 30-32 persen,” ujar Wakil Sekjen Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Abbi Angkasa Perdana Darmaputra saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/3/2020).

Abbi mengataan, saat ini populasi ayam nasional per minggu berkisar 65 jut-72 juta ekor ayam. Pada momen tertentu, kebutuhan ayam meningkat mencapai 80 juta ekor per minggu.

Baca juga: Januari-Maret 2019, Banyak Peternak Ayam Rugi hingga Miliaran Rupiah

Dari jumlah ini, hanya 30 persennya yang dipenuhi peternak ayam rakyat. Dari tahun ke tahun, ada saja peternak yang gulung tikar.

Bahkan, ada peternak yang mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan beban yang dihadapi para peternak.

Abbi mengatakan, setidaknya ada beberapa hal yang tidak menguntungkan peternak ayam rakyat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Peternak Ayam Ciamis Usul Dibuka Kawasan Perunggasan di Lahan Tidur

 

 

Hal yang merugikan peternak ayam

Pertama, masuknya impor daging ayam dari Brazil seiring dengan kekalahan Indonesia dalam gugatan Brazil ke WTO pada 2017.

Dengan kekalahan ini, daging ayam Brazil bisa masuk ke Indonesia dengan harga yang murah. Namun dilihat dari kualitas daging, ayam Indonesia lebih bisa bersaing.

Kedua, banyaknya asing yang membuka perusahaan besar di Indonesia. Awalnya, mereka tidak bermain di budidaya ayam seperti peternak ayam rakyat.

Baca juga: Rugi, Peternak Ayam Petelur Gadaikan Surat Tanah

Tapi setelah melihat potensi budidaya ayam yang besar, perusahaan asing ini terjun ke budidaya ayam dan menggeser peternak.

Akibatnya, data dari Pinsar dan Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan), 68 persen kebutuhan ayam nasional dipenuhi oleh pengusaha besar yang rata-rata asing ini.

Peternak ayam rakyat makin sulit bersaing. Karena modal yang besar bisa membuat HPP ayam pengusaha besar itu di 1 dolar USD, lebih rendah Rp 2.000 dari kami,” tuturnya.

Baca juga: Protes Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur Se-Solo Raya Demo

Persoalan pakan jagung

Persoalan lainnya adalah pakan ternak berupa jagung.

Pemerintah Indonesia saat ini menutup keran impor jagung untuk mensejahterakan petani jagung.

Masalahnya, harga jagung lokal lebih tinggi dan terkadang sulit didapat. Harga jagung lokal terendah saat ini Rp 4.300 per kg, sedangkan rata-ratanya Rp 4.600 per kg.

Baca juga: Puluhan Ribu Hektar Lahan Jagung di NTT Diserang Hama, Kerugian Diprediksi Rp 120 M

Bila sedang musim pceklik, hrganya bisa mencapai Rp 5.300 per kg. Harg ini jauh sekali dibanding jagung dari Brazil yang sampai ke Indonesia dengan harga Rp 3.500-3.700 per kg.

Untuk itu ia berharap pemerintah membantu para peternak ayam rakyat dan mandiri agar lebih bisa bersaing dengan perusahaan asing ataupun daging ayam impor.

Baca juga: Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X