Januari-Maret 2019, Banyak Peternak Ayam Rugi hingga Miliaran Rupiah

Kompas.com - 07/04/2019, 12:22 WIB
Ilustrasi peternakan ayam. KOMPAS.comIlustrasi peternakan ayam.

BOGOR, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib peternak, baik itu peternak rakyat maupun mandiri.

Sugeng mengatakan, dengan adanya Permendag Nomor 96/2018 yang dinilai belum efektif, menyebabkan banyak peternak ayam mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kata Sugeng, kerugian itu sudah dialami oleh peternak sejak Januari sampai Maret 2019. Para pertenak mengalami kerugian sekitar Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per kilogramnya.

“Saat ini harga produksi atau modal ayam potong antara Rp 18.300 per kg sampai Rp 19.300 per kg. Sedangkan saat dijual hanya berkisar Rp 14.000 per kg. Jadi para peternak mengalami kerugian dari Rp 4.000-Rp 5.000 per kg. Ini jadi problem besar untuk para peternak,” ungkap Sugeng, dalam acara diskusi publik di Bogor, Sabtu (6/4/2019).

Baca juga: Peternak Ayam Ciamis Usul Dibuka Kawasan Perunggasan di Lahan Tidur

Sugeng menjelaskan, dari 63 juta ayam potong yang ada saat ini, sekitar 20 persen dikuasai oleh pertenak rakyat atau sekitar Rp 13 jutaan.

Angka tersebut dikalikan oleh berat daging ayam yang rata-rata antara 1,5 kg sampai 2 kg dan kerugian yang mencapai Rp 5.000.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Misalnya, 13 juta dikalikan 2 kg dikalikan Rp 5.000 hasilnya Rp 1,3 miliar. Jadi peternak rakyat mengalami kerugikan sebesar Rp 1,3 miliar per bulan. Kalau hal ini dibiarkan, mereka bisa bangkrut,” sebutnya.

Ia menyebut, harga ayam di pasaran mencapai Rp 32.000. Hal itu tidak sesuai dengan surat edaran Permendag Nomor 96/2018.

Baca juga: Rugi, Peternak Ayam Petelur Gadaikan Surat Tanah

Menurut dia, dalam Permendag ditetapkan sebesar Rp 20.000 per kg untuk batas bawah, dan Rp 22.000 per kg untuk tarif batas atas. Namun kondisi saat ini, harga pembelian yang diterima peternak hanya Rp 14.000 per kg.

Sedangkan penjualan di konsumen mencapai Rp 36.000 per kg. "Selisih harganya sangat jauhkan. Kami mau surat edaran dari Kemendag itu harus ditegakkan,” pungkas dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X