Dinkes Kepri: Masih Terus Dilacak Keberadaan Keduanya

Kompas.com - 06/03/2020, 21:18 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Dua ojek online suspect corona yang dikabarkan kabur saat dikarantina di Asmara Haji Batam, saat ini tengah dilacak keberadaannya oleh Dinas Kesehatan Kepulauan Riau dan Batam.

"Masih terus dilacak keberadaan keduanya. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melacak keberadaan keduanya," katanya Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjepjep saat dihubungi memlalui telepon, Jumat (6/3/2020).

Dijelaskan Tjetjep, kedua ojek online ini memang tidak kontak langsung dengan VP, WNA Singapura yang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Dua Ojek Online Suspect Corona Kabur Saat Dikarantina di Batam

Namun, keduanya melakukan kontak langsung dengan CSS, yang merupakan asisten rumah tangga VP.

CSS saat ini juga telah menjalani masa karantina di Asrama Haji Batam hingga 14 hari ke depan.

Tjetjep mengatakan, untuk kondisi 14 orang (semula disebutkan 15 orang) yang menjalani karantina di Asrama Haji Batam dalam kondisi sehat.

Tidak ada muncul gejala sakit seperti terkena virus corona.

"Mudah-mudahan saja hingga 14 gari ke depan kondisinya tetap sehat. Sebab, jika ada yang positif, kami akan kembali mengisolasi seluruhnya," jelasnya.

Baca juga: Duduk Perkara Ojek Online Bentrok dengan Debt Collector, Berawal dari Hendak Tarik Motor

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X