Pencarian Korban Longsor di Tasikmalaya Terkendala Tingginya Tumpukan Tanah

Kompas.com - 04/03/2020, 10:12 WIB
Tim gabungan BPBD, Basarnas, Polri dan TNI Tasikmalaya mencari kembali warga yang terimbun longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/3/2020) pagi. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHATim gabungan BPBD, Basarnas, Polri dan TNI Tasikmalaya mencari kembali warga yang terimbun longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/3/2020) pagi.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Memasuki hari keenam upaya pencarian Didi (63), korban tertimbun longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya masih belum membuahkan hasil sampai Rabu (4/3/2020).

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polri dan TNI setempat masih terkendala tingginya material tumpukan tanah longsoran dan cuaca buruk kerap terjadi sore harinya di Tasikmalaya.

Terpaksa pencarian dihentikan demi keamanan setiap turun hujan dan tim evakuasi pun mengupayakan penambahan alat berat.

"Setiap turun hujan pencarian kita hentikan demi keamanan. Kita juga upayakan penambahan alat berat. Pagi ini, kita lanjutkan lagi pencarian," jelas Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya sekaligus Incident Commander Letnan Kolonel Infanteri Imam Wicaksana, Rabu pagi.

Baca juga: Masker Langka, Petugas Medis di Tasikmalaya Terpaksa Beli Sendiri

Meski demikian, tim gabungan telah berhasil membuka akses jalan yang sebelumnya mengisolir ratusan warga Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu dan Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong.

Pencarian korban tertimbun pun diperluas sampai ke material longsoran yang berada di bagian hulu sungai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diduga korban tertimbun longsor di bagian hulu sungai yang awalnya terdapat hamparan sawah dan empang milik warga sekitar.

"Diperluas, kita perluas sekarang fokus pencarian korban. Diperkirakan di bagian hulu sungai longsoran," tambah Imam.

Sementara itu, warga mulai beraktifitas seperti biasa melewati jalan yang sebelumnya tertimbun longsor, tapi sebagian warga masih khawatir terjadi longsor susulan saat melintas.

Apalagi memasuki malam hari, lanjut Imam, di lokasi jalan tersebut rawan longsor kembali menimpa warga yang melintas karena tidak ada penerangan.

"Iah, malam hari paling rawan karena di sini tidak ada penerangan," tambahnya.

Baca juga: Jabar Siaga 1 Corona, Wali Kota Tasikmalaya Minta Pasien di Puskesmas Tak Panik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X