5 Fakta Baru Sopir Tewas Diamuk Massa, 7 Anggota Diperiksa Propam hingga Keluarga Pertanyakan Profesionalisme Polisi

Kompas.com - 03/03/2020, 06:01 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, Propam Polda Papua telah memeriksa tujuh anggota kepolisian terkait tewasnya Yus Yunus.

"Kemarin tujuh orang itu yang sudah diperiksa," ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020).

Baca juga: 7 Polisi di Papua yang Saksikan Sopir Truk Tewas Diamuk Massa Diperiksa Propam

 

4. Kapolda pastikan proses hukum akan tetap berjalan

Terkait para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas, Kapolda memastikan proses hukum akan tetap berjalan.

"Kematian saudara Yus Yunus sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Kapolda meminta pemerintah daerah setempat bisa merangkul seluruh komponen masyarakat agar masalah tersebut tidak berkepanjangan dan menyerahkan penanganannya kepada kepolisian.

Baca juga: Sopir Truk Tewas Diamuk Massa di Hadapan Polisi, Kapolda Papua: Anggota yang Datangi TKP Akan Diperiksa Propam

 

5. Keluarga pertanyakan profesionalisme polisi

Sebelum Tewas Dikeroyok di Depan Polisi, Yus Janji Pulang Ke Polewali Untuk Ziarah ke Makam AyahnyaKOMPAS.COM/JUNAEDI Sebelum Tewas Dikeroyok di Depan Polisi, Yus Janji Pulang Ke Polewali Untuk Ziarah ke Makam Ayahnya

Sementara itu, kakak korban bernama Hasriani mempertanyakan profesionalisme polisi dalam menangani potensi konflik maupun upaya penyelamatan korban di tengah keributan warga.

Ia menilai, polisi seharusnya dapat menyelamatkan dan mengevakuasi adiknya dari lokasi dengan mobil patroli polisi, bukan membiarkan korban jadi bulan-bulanan di lokasi.

“Saya tak rela adik saya diperlakukan seperti binatang. Menyedihkan lagi, itu terjadi di depan aparat polisi tanpa ada upaya mengevakuasi korban dari lokasi saat jadi bulan-bulanan warga,” katanya usai mengebumikan adiknya di Polman, Sulawesi Barat, belum lama ini.

Baca juga: Sopir Truk Diamuk Massa Depan Polisi, Keluarga: Adik Saya Diperlakukan Seperti Binatang

 

Sumber: KOMPAS.com: (Dhias Suwandi, Junaedi, Devina Halim | Editor: Robertus Belarminus, Krisniadi)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X