Detik-detik Bus Tabrak 2 Mobil dan 2 Motor, 1 Tewas

Kompas.com - 02/03/2020, 19:45 WIB
Petugas Satlantas Polres Semarang mengamankan lokasi kecelakaan KOMPAS.com/ISTPetugas Satlantas Polres Semarang mengamankan lokasi kecelakaan

KOMPAS.com - Diduga rem blong, sebuah bus bernomor polisi E 7618 KA yang dikemudikan Gunawan Mulyana, warga Susukan Agung, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, menabrak dua mobil dan dua sepeda motor sebelum terhenti di bahu jalan.

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Bandungan-Ambarawa, Dusun Jetis, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2020) pukul 13.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, satu orang penumpang sepeda motor tewas di lokasi kejadian dan dua orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Bus Tabrak 2 Mobil dan 2 Motor, Seorang Tewas

Kanit Laka Lantas Polres Semarang Ipda Wardoyo mengatakan, kecelakaan ini melibatkan bus E 7618 KA, Toyota Innova H 8807 JB, Honda Brio H 9118 SL, serta sepeda motor Yamaha Mio H 2086 MV dan Honda Vario H 2576 LC.

Diceritakannya, kejadian berawal saat bus yang dikemudikan Gunawan melaju dari Bandungan ke arah Ambarawa.

"Sesampainya di lokasi, diduga bus mengalami rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan," kata Wardoyo, saat dihubungi, Minggu.

Baca juga: Tabrakan Maut Anggota DPRD Kukar dan Dua Pelajar, 1 Tewas

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X