Cerita Warga Jatinangor yang Terendam Banjir, Panik Campur Takut Ular Berkeliaran

Kompas.com - 29/02/2020, 15:18 WIB
Warga Desa Cikeruh, Jatinangor, Sumedang sibuk memindahkan barang berharga ke tempat aman, Jumat (29/2/2020) malam. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHWarga Desa Cikeruh, Jatinangor, Sumedang sibuk memindahkan barang berharga ke tempat aman, Jumat (29/2/2020) malam. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Banjir dadakan yang merendam ribuan rumah di 5 desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membuat warga panik, Jumat (29/2/2020).

Warga Desa Cikeruh, Wati (34) mengaku panik sekaligus takut.

Ketinggian air di wilayahnya sempat mencapai 1 meter lebih. Namun, menjelang malam, air cepat surut hingga selutut, mencapai 500 sentimeter.

Baca juga: Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Wati panik karena harus tergesa-gesa menyelamatkan barang berharga seperti barang elektronik di rumahnya.

Namun di sisi lain, Wati juga mengaku takut karena banyak ular yang berkeliaran di sekitar rumahnya.

"Panik campur takut. Saat memindahkan barang dari halaman rumah. Saya lihat banyak ular kecil. Sepertinya datang dari sawah atau sungai. Terbawa air ke sini," ujar Wati ke Kompas.com, Jumat (28/2/2020) malam.

Warga lain yang tengah siaga memperingatkan wartawan dan sejumlah petugas yang tengah membantu evakuasi bahwa di wilayahnya banyak ular.

"Awas ular, awas banyak ular. Hati-hati," kata Pepen kepada Kompas.com di Desa Cikeruh.

Sementara itu, Kepala Basarnas Jawa Barat Deden Ridwansyah mengatakan, pihaknya mengirimkan 3 tim SAR ke lokasi banjir di Jatinangor. Satu tim terdiri dari 4 otang.

Tim SAR, kata Deden, fokus pada evakuasi warga terdampak banjir.

"Dua tim SAR difokuskan evakuasi warga di wilayah Desa Sayang. Satu tim lainnya di Kecamatan Tanjungsari," sebut Deden kepada Kompas.com, Sabtu (29/2/2020) siang.

Deden menambahkan, tim SAR gabungan dilengkapi perlengkapan satu unit rescue car, satu unit rescue car compartement, dua unit LCR, peralatan medis dan alat komunikasi.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," kata Deden.

Pantauan Kompas.com di lokasi terparah terendam banjir di Desa Sayang, air mulai surut Sabtu (29/2/2020) pagi.

Baca juga: Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Banjir menyisakan material lumpur dan warga sibuk beraktivitas membersihkan material lumpur itu dari dalam dan halaman rumah mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X