Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Kompas.com - 27/02/2020, 12:30 WIB
Wapres Maruf Amin didampingi Gubernur Babel Erzaldi Rosman menjawab pertanyaan awak media di Pangkal Pinang, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/HERU DAHNURWapres Maruf Amin didampingi Gubernur Babel Erzaldi Rosman menjawab pertanyaan awak media di Pangkal Pinang, Rabu (26/2/2020).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi produsen ekonomi halal terbesar di dunia.

Selain didukung mayoritas penduduk yang beragama Islam, pemerintah juga telah menerbitkan regulasi sebagai payung hukum.

"Dengan adanya KNEKS kita ingin menjadi produsen halal terbesar di dunia. Beberapa provinsi ingin membangun KEK halal. Mudah-mudahan ini terus berkembang," kata Ma'ruf saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkal Pinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Akan Kunjungi Pangkal Pinang, PLN Siagakan Petugas

Ma'ruf menuturkan, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipayungi peraturan presiden, merupakan perubahan dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Penambahan kata ekonomi dalam Perpres yang baru, sebagai komitmen pemerintah untuk membangun ekonomi secara global dengan berbasis syariah.

Salah satunya dengan konsep pariwisata halal. Konsep ini pun mulai diterapkan sejumlah negara, seperti Malaysia, Jepang, Taiwan dan Hongkong.

Baca juga: Wapres Maruf Minta Bawaslu Jaga Kredibilitas dan Kepercayaan Publik

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengutarakan, ekonomi halal sebagai wujud jati diri bangsa.

Di Bangka Belitung sendiri, penerapan ekonomi halal dipastikan tidak akan mengganggu kerukunan yang telah terbangun.

"Alhamdulillah, sampai saat ini masyarakat Babel semangat tinggi untuk tetap menjaga toleransi dalam kehidupan beragama," kata Erzaldi di hadapan para peserta kongres.

Erzaldi menyebutkan, perbedaan di Babel bukanlah suatu ancaman, tetapi kekuatan untuk memperkokoh persatuan.

Sehingga tidak ada sekat antara yang beragama muslim dengan pemeluk agama lainnya.

"Misalnya Kawasan Ekonomi Khusus dengan label halal, ini bisa dimasuki siapa saja. Khususnya bagi wisatawan muslim tidak ada keraguan karena ada standar ini dinyatakan halal," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X