Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Kompas.com - 27/02/2020, 12:20 WIB
Ilustrasi ShuterstockIlustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Polda Jawa Timur terus mengembangkan kasus order fiktif yang melibatkan mitra Gojek palsu atau "Gojek tuyul".

Penyidik mendalami dari mana Gojek tuyul mendapatkan kartu SIM ponsel dengan registrasi  identitas milik orang lain.

Kepada polisi, MF (35) yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini mengaku membeli kartu ponsel yang sudah teregistrasi itu dari seorang berinisial NF.

Baca juga: Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Awalnya Ditangkap karena Judi Online

"Ini yang sedang kita kembangkan sekarang. Kartu-kartu yang teregister dengan nama orang lain itu berpotensi digunakan untuk modus kejahatan lainnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi, Kamis (27/2/2020).

Sejauh ini, MF menggunakan kartu-kartu nomor ponsel tersebut hanya untuk mendaftar sebagai mitra Gojek.

"Kartu SIM hanya untuk login awal saja, setelah itu tersimpan otomatis di ponsel costumer," kata Pitra.

Baca juga: Gojek Tuyul Mengincar Bonus dari Transaksi Fiktif

Sebelumnya, MF yang merupakan warga Kota Malang, Jawa Timur, ditangkap karena dugaan sebagai bandar judi online.

Namun, dari barang bukti yang disita, polisi menemukan fakta bahwa MF adalah Gojek tuyul.

MF kedapatan memiliki 8.850 SIM card yang aktif dan teregistrasi dengan nama orang lain.

Sementara, ponsel milik MF yang disita polisi sejumlah 40 unit.

Pihak Gojek mengaku bahwa pemalsuan tersebut bisa menimbulkan kerugian besar hingga ratusan juta rupiah.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Regional
2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X