Mengenang Restoran Rindu Alam, 40 Tahun Bertahan di Puncak Bogor, Kini Tutup Tak Beroperasi

Kompas.com - 27/02/2020, 05:35 WIB
Tampilan Restoran Rindu Alam pada 10 Agustus 1982.
 KOMPAS/MOCH S HENDROWIJONOTampilan Restoran Rindu Alam pada 10 Agustus 1982.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Restoran Rindu Alam yang legendaris di Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor resmi ditutup pada Kamis, 20 Februari 2020.

Kepastian tersebut disampaikan Adam Adji, cucu kedua sang pendiri Restoran Rindu Alam. Ia mengatakan restoran ditutup karena masa kontrak lahan telah habis.

Restoran Rindu Alam dibangun sejak tahun 1979 oleh mantan Panglima Kodam Siliwangi Letnan Jenderal TNI Ibrahim Adjie.

Setahun kemudian pada tahun 1980, Restoran Rindu Alam beroperasi di ketingian 1.444 meter di atas permukaan laut di Puncak Bogor.

Baca juga: Berdiri sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Selama puluhan tahun, Restoran Rindu Alam menjadi ikon di kawasan Puncak Bogor.

Tak sedikit kendaraan yang melintas menjadikan restoran ini sebagai tempat istirahat dan makan sebelum melanjutkan perjalanan.

Di era Presiden Soeharto, Restoran Rindu Alam ak pernah sepi dari pengunjung. Banyak orang beranggapan belum lengkap rasanya ke puncak sebelum datang ke Rindu Alam.

Tak hanya warga sekitar. Wisatawan asing juga singgah menikmati hidangan restoran tersebut.

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada 6 Desember 2017, Ajat Sudrajat, pegawai di Rindu Alam menceritakan di masa kejayaannya banyak pengunjung yang susah mencari tempat duduk terutama di akhir pekan.

Baca juga: Rindu Alam di Puncak yang Akan Dirindukan (1)

"Saya melihat Rindu Alam, ya mungkin karena pemandangannya, suasananya, udaranya, juga lokasinya. Bahkan tamu dari Asia, Eropa suka ke sini. Dulu, tamu-tamu negara juga sering ke sini," ungkap Ajat yang telah bekerja selama 30 tahun di restoran tersebut.

Kala itu banyak para tokoh bangsa yang datang ke Rindu Alam mulai dari Soeharto, Try Sutrisno, Hamzah Haz, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau Pak SBY sering ke sini. Sebelum jadi presiden juga suka datang. Apalagi kalau mau ke Istana di Cipanas, beliau pasti mampir dulu," tuturnya.

Pengunjung Rindu Alam turun sejak Tol Cipularang selesai dibangun pada akhir April 2005 lalu.

Baca juga: Hari-hari Terakhir Rindu Alam di Puncak (2)

Tol Cipularang menjadi akses jalan menuju Bandung dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dengan adanya tol tersebut, warga yang melintasi jalur puncak saat akan ke Bandung jumlahnya menurun.

Selain itu banyak tempat makan baru di sepanjang jalan menuju puncak mulai dari Gadog Ciawi hingga Ciasrua.

Ditambah dengan kemacetan yang sering terjadi di kalur puncak, membuat Rindu Alam tak seramai dulu.

Baca juga: 3 Dongeng Legenda Populer di Indonesia tentang Asal-usul Suatu Tempat, Apa Saja Itu?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Regional
Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Regional
Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Regional
Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X