Kompas.com - 26/02/2020, 13:27 WIB
Jusuf Kalla saat menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang sejarah peradaban Islam kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al-Alam Al-Islami atau Liga Dunia Islam, Dr Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKJusuf Kalla saat menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang sejarah peradaban Islam kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al-Alam Al-Islami atau Liga Dunia Islam, Dr Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Selasa (25/2/2020).

MALANG, KOMPAS.comKetua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya moderasi beragama untuk mencegah konflik bernuansa agama.

Menurut Kalla, terjadinya konflik bernuasa agama disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan yang tidak disertai dengan sikap moderasi.

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang sejarah peradaban Islam kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al-Alam Al-Islami atau Liga Dunia Islam Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Jusuf Kalla mengatakan, moderasi beragama berarti menjalin hubungan yang seimbang antar pemeluk agama.

Dengan demikian, akan terjadi rasa toleransi dan saling menghargai yang mampu menghadapi berbagai perbedaan.

“Apabila kita berbicara tentang moderasi beragama, artinya hubungan antara agama di dunia ini berlangsung dengan baik dan seimbang. Karena moderasi pada kenyataannya adalah bagaimana melakukan prinsip-prinsip yang seimbang dan saling menghargai satu sama lain,” kata Jusuf Kalla.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terungkap Misteri Bocah SD yang Tewas di Tepi Hutan Mojokerto

Wakil Presiden ke-12 Republik Indonesia itu bersyukur Indonesia mampu menerapkan prinsip moderasi beragama dibandingkan dengan negara-negara lain yang sedang berkonflik atas nama agama.

Untuk itu, Jusuf Kalla berharap Indonesia bisa menularkan prinsip moderasi yang dapat mencegah terjadinya konflik di tengah banyaknya perbedaan.

“Kita bersyukur di Indonesia pada dewasa ini keadaan kita jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang terjadi di banyak negara Islam di dunia ini. Tentu kita ingin memberikan pandangan bagaimana moderasi dicapai oleh negara kita ini. Bagaimana toleransi dicapai di negara ini. Dan bagaimana juga menjalankan hal-hal ini dengan sebaik-baiknya,” kata Kalla.

Menurut dia, moderasi beragama harus dimulai dengan rasa persaudaraan sebagai umat beragama.

Setelah itu, rasa persaudaraan sebagai bangsa dan rasa persaudaraan sebagai sesama manusia.

“Apabila kita berbicara tentang moderasi beragama, tentu lebih dahulu kita berbicara tentang moderasi antar Islam. Karena memang selalu dikatakan bahwa kita ukhuwah islamiyah, baru kita bicara ukhuwah wathoniah dan kita bicara ukhuwah insaniah,” kata Kalla.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.