Jadi Kepala Dinas, Syahbudin dan Wan Hendri Setor Fee Proyek ke Bupati Nonaktif Lampung Utara

Kompas.com - 25/02/2020, 16:20 WIB
Terdakwa korupsi, Bupati (nonaktif) Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara tiba di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (24/2/2020). Puluhan polisi menjaga sidang perdana tersebut. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Terdakwa korupsi, Bupati (nonaktif) Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara tiba di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (24/2/2020). Puluhan polisi menjaga sidang perdana tersebut.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Bupati (nonaktif) Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara meminta setoran fee proyek sebagai syarat diangkat kepala dinas.

Fakta ini disebutkan secara gamblang dalam dakwaan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Agung Ilmu Mangkunegara.

"Terdakwa Syahbudin (penuntutan terpisah) melakukan pertemuan dengan terdakwa Agung sebelum terdakwa Syahbudin dilantik sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara," kata Jaksa Penuntut KPK Taufiq Ibnugroho, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Jaksa Seleksi 140 Saksi yang Hadir di Sidang Suap Bupati Lampung Utara

Pertemuan tersebut, diduga terjadi di rumah pribadi Agung, di Kelurahan Kota Sepang, Bandar Lampung pada medio Maret 2014.

Menurut Taufiq, pertemuan itu juga disaksikan oleh adik kandung Agung berinisial AT yang merupakan PNS di Pemprov Lampung dan seorang lainnya berinisial TH.

"Terdakwa Agung menyampaikan, bahwa jika Syahbudin ingin menjadi Kepala Dinas PUPR Lampung Utara, maka wajib menyetorkan fee dari setiap proyek yang diadakan," kata Taufiq.

Besaran fee proyek yang harus disetorkan itu yakni 20 persen untuk pekerjaan fisik dan 30 persen untuk pekerjaan nonfisik.

"Fee proyek ini dibebankan kepada rekanan yang mengerjakan proyek," kata Taufiq.

Baca juga: Jaksa KPK Tolak Penyuap Bupati Lampung Utara Jadi Justice Collaborator

Hal serupa dilakukan Agung saat Wan Hendri (penuntutan terpisah) dilantik sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara di akhir 2017 lalu.

Saat itu, terdakwa Raden Syahril (orang kepercayaan Agung) datang ke kantor Dinas Perdagangan Lampung Utara dan menemui Wan Hendri.

"Terdakwa Raden Syahril menyampaikan arahan Agung, agar Wan Hendri memungut uang fee dari setiap rekanan pelaksana proyek-proyek fisik di dinas tersebut," kata Taufiq.

Besaran fee yang dipungut itu yakni 20 persen dari nilai proyek, dengan rincian 15 persen untuk terdakwa Agung, dan 5 persen untuk operasional Dinas Perdagangan Lampung Utara.

Terkait dakwaan yang telah disampaikan dalam persidangan itu, Kuasa Hukum Agung, Sopian Sitepu mengatakan, pihaknya tidak mengajukan eksepsi (sanggahan atas dakwaan).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X