BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Kompas.com - 25/02/2020, 04:00 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan jumlah pil PCC ilegal yang mengandung bahan berbahaya carisoprodol yang  diamankan dari pabrik rumahan di Komplek Pemda RT 03 RW 04 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung mencapai 3.000.050 butir. KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANABadan Narkotika Nasional (BNN) memastikan jumlah pil PCC ilegal yang mengandung bahan berbahaya carisoprodol yang  diamankan dari pabrik rumahan di Komplek Pemda RT 03 RW 04 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung mencapai 3.000.050 butir.

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional ( BNN) memastikan jumlah pil PCC ilegal yang mengandung bahan berbahaya carisoprodol yang diamankan dari pabrik rumahan di Komplek Pemda RT003/RW004, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, mencapai jutaan butir.

"Kita sita cukup banyak tablet yang sudah siap edar dan sudah dipaket kurang lebih 3.000.050 butir," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari dalam konferensi pers yang digelar di lokasi penggerebegan, Senin (24/2/2020).

Selain mengamankan barang bukti pil PCC yang siap edar, BNN dan kepolisian juga mengamankan lima orang yang bekerja di pabrik tersebut.

Baca juga: BNN Bongkar Pabrik Narkoba Pil PCC di Lahan Pemkot Bandung

Arman menambahkan,  pabrik pil PCC ilegal tersebut menggunakan empat rumah yang memiliki akses dan terhubung satu sama lain.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan agar tidak dicurigai oleh tetangga.

"Kemungkinan besar berpoduksi di rumah yang di tengah. Dari hasil pemeriksaan kita beberapa peralatan yang kita temukan di sana. Alat utamanya dua mesin cetak tablet atau pil press yang ukurannya besar digunakan untuk mencetak tablet-tablet," tuturnya.

Arman menambahkan, pihaknya juga mengamankan beberapa bahan baku pembuatan pil PCC.

Baca juga: Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Berdasarkan pengakuan para pelaku, dalam satu hari pil PCC mengandung bahan berbahaya carisoprodol bisa mencapai 4.000 butir.

"Kami memerlukan penjelasan dari laboratorium untuk memberikan keterangan lebih spesifik. Secara garis besar kita terima hasil pemeriksaan tablet dan bahan-bahan, ada tiga bahan utama yaitu obat keras termasuk dalam golongan G, kemudian juga terdapat psikotropika dan kita temukan narkotika golongan 1 (carisoprodol)," jelasnya.

Bahan baku yang ikut disita, kata Arman, kemungkinan besar bisa dibuat menjadi pil PCC hingga mencapai 5.000.000 butir.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X