IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Kompas.com - 24/02/2020, 23:52 WIB
Gedung IAIN Surakarta Jl Pandawa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Gedung IAIN Surakarta Jl Pandawa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

SOLO, KOMPAS.com- Nama penguasa pertama Pura Mangkunegara, Raden Mas Said bakal menjadi nama Universitas Islam Negeri ( UIN) Surakarta.

Itu bakal terjadi jika transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menjadi UIN Surakarta berhasil dilakukan.

Rencananya proses berubahnya nama kampus yang berada di Kecamatan Kartasura itu bakal rampung 2021.

Baca juga: IAIN Salatiga Ajukan Perubahan Menjadi UIN

Rektor IAIN Surakarta Mudofir menyampaikan, pemilihan sosok yang dikenal juga dengan sebutan Pangeran Sambernyawa itu bukan tanpa alasan.

Sosok tersebut dinilai memiliki andil dalam proses penyebaran Islam di wilayah Solo.

"Beliau punya kontribusi terhadap perkembangan Islam di Solo, entah seberapa kecil atau besarnya," ujar Mudofir, Senin (24/2/2020).

RM Said dikenal sebagai sosok saleh dan tidak meninggalkan budaya Jawa semasa hidupnya.

"Dia mempraktikan nilai-nilai Jawa dan Islam semasa hidupnya," tutur Mudofir.

Baca juga: Di Persidangan Romy, Dosen UIN Jelaskan Konsep Rasuah dalam Islam

Mudofir menilai universitas Islam tidak akan efektif apabila tidak dikaitkan dengan nilai-nilai lokal.

"Universitas Islam tidak akan efektif tanpa diikatkan nilai-nilai lokal, termasuk nilai-nilai Jawa," kata Mudofir.

"Itu membuat Islam efektif dan diterima masyarakat Indonesia," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul UIN Raden Mas Said Jadi Nama Baru IAIN Surakarta, Ini Alasan Di Balik Pemilihan Nama itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Alasan Siswa SMA Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar, untuk Pamer ke Teman Sekolah

Regional
2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X