Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Lantik PNS Milenial, Hendi: Lebih Baik Kerja Ketawa, tapi Ada Progres

Kompas.com - 22/02/2020, 09:32 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prigadi membacakan sumpah janji CPNS menjadi PNS Pemerintah Kota Semarang di Gedung Taman Budaya Raden Shaleh (TBRS). Dok. Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prigadi membacakan sumpah janji CPNS menjadi PNS Pemerintah Kota Semarang di Gedung Taman Budaya Raden Shaleh (TBRS).

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, dirinya memahami dan menghargai gaya kerja para milenial saat ini.

"Saya sedih kalau lihat ada yang jam 06.00 sudah masuk kantor, tetapi kalau ditanya hasil pekerjaannya tidak ada,” ujar Hendi (sapaan akrab Henrar Prihadi) dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat melantik 682 Pegawai Negeri Sipil ( PNS) baru Pemerintah Kota Semarang di Gedung TBRS Kota Semarang, Jumat (21/2/2020).

“Lebih baik kerja sambil ketawa-ketawa dengan temannya, tetapi ketika dicek pekerjaannya sewaktu-waktu, bertanggung jawab dan ada progresnya," imbuh Hendi.

Baca juga: Baru Kumpulkan 10.000 KTP, Calon Perseorangan Pilkada Kabupaten Semarang Berharap Ada Keajaiban

Dia juga mengimbau kepada PNS milenial agar mereka harus mengerti bahwa di era Hendi dan Ita, yang dilihat adalah hasil, bukan hanya sekadar masuk jam 07.00 pulang jam 15.00.

Selain itu, dia juga berpesan kepada para PNS baru Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dari generasi millennial agar menjaga integritas.

"PNS itu yang terpenting adalah pengabdian. Maka, harus bergerak bersama membangun integritas. Salah satunya menjauhkan diri dari persoalan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," lanjut Hendi.

Baca juga: Pecinta Kuliner Legendaris? Cobain 6 Kuliner di Kota Lama Semarang Berikut

Menurut Hendi, saat ini PNS seperti ada di aquarium yang semua bisa melihat, sehingga fatal kalau masih ada yang ingin memperkaya diri dengan menyalahgunakan wewenang.

Bagian warga yang cinta NKRI

Selain itu, Hendi juga meminta seluruh PNS di jajaran Pemkot Semarang untuk menjadi bagian warga bangsa yang cinta NKRI dan Pancasila.

Baca juga: Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

“Sebagai bagian dari Pemerintah kota Semarang, kawan-kawan semua harus ikut berjuang menjaga keutuhan NKRI sebagai sebuah kesatuan bulat yang harus dijunjung tinggi dan dicintai sampai kapan pun juga,” kata Wali Kota Semarang.

Dia yakin dengan komitmen besar, semua dapat dikerjakan bersama dalam mempertahankan tren positif pembangunan tiga tahun terakhir yang sukses meraih 182 ajang penghargaan.

Sementara itu, pelantikan dan sumpah janji itu membuat status calon hilang dan peserta telah resmi menjadi PNS Kota Semarang, lengkap dengan penerimaan gaji dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) 100 persen.

“Ini tentu harus disyukuri karena dengan gaji di atas UMR dan TPP tertinggi se-Jawa Tengah, kawan-kawan Insyaallah bisa hidup lebih baik,” kata Hendi.

Baca juga: Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Oleh karena itu, dia pun mengimbau para PNS untuk memanfaatkan penghasilan pada program amal sebagai wujud rasa syukur dan pengabdian terbaik bagi Kota Semarang.

“Hindari upaya memperkaya diri sendiri dan melakukan tindakan melanggar hukum,” imbuh Hendi.

Adapun, sebanyak 682 PNS yang telah resmi dilantik ini adalah formasi penerimaan di tahun 2018 yang diikuti oleh total 8.900 orang Dengan perbandingan 1:13.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Pria Tikam Teman Sendiri karena Cemburu Istri Curhat ke Korban Saat Malam Hari

Regional
Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Diduga Lecehkan Ibu Mertua, Oknum Polisi di Gresik Dilaporkan ke Polisi

Regional
Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Hasil Tracing Pelatihan Petugas Haji 9 Hari di Surabaya: 4 Peserta Positif Covid-19, 14 PDP

Regional
Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Regional
Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Regional
Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya