Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar Pranowo Pastikan Pengungsi Korban Banjir di Kudus Aman

Kompas.com - 22/02/2020, 09:18 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat memastikan kondisi korban banjir di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (21/2/2020). DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat memastikan kondisi korban banjir di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (21/2/2020).

KOMPAS.comGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyambangi korban banjir di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jumat (21/2/2020).

“Kedatangan saya ke sini untuk memastikan pengungsi aman, logistik ada, obat-obatan ada, dapur umum ada, dan sebagainya," katanya.

Peninjauan itu ia lakukan usai hujan deras seharian di sejumlah tempat yang mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah, sehingga membuat 69 warga mengungsi.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar pun telaten mendengar kisah dari para pengungsi. Salah seorang warga Sukini (47), bercerita bagaimana saat limpahan air sungai Piji membanjiri rumahnya.

Baca juga: Waspadai Curah Hujan Tinggi Selama Sepekan di Jateng Bagian Barat dan Selatan

"Tinggi pak airnya, sedada pak, semua basah. Tidak bisa tidur di rumah. Alhamdulillah sekarang sudah surut," ujar dia kepada gubernur berambut putih itu.

Sukini melanjutkan, banjir terjadi begitu mendadak karena tanggul sungai jebol. Ia bersama lainnya pun langsung mengungsi.

"Takut, soalnya. Sebelumnya tidak pernah banjir seperti ini," imbuh dia dalam keterangan tertulis.

Tak hanya mendengar cerita. Sesekali Ganjar juga menghibur para pengungsi dengan candaan-candaan agar mereka tidak terlalu tegang.

Baca juga: Ganjar: Perundungan di Purworejo jadi Momentum untuk Perbaiki Sistem

Di lokasi, ia senang karena warga bergotong royong bersama TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan untuk membuat tanggul darurat dari kantong sak.

"Yang penting sehat. Tanggulnya nanti segera diperbaiki. Kalau ada yang sakit, langsung minta diperiksa ya," pinta Ganjar pada para pengungsi.

Perbaiki tanggul dan hulu

Usai melihat pengungsi, Ganjar melihat kondisi tanggul yang jebol menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Jalan Pantura Berlubang, Pemkab Kendal: Tanggung Jawab Pemprov Jateng dan Pusat

"Alhamdulillah tanggul darurat sudah dibuat, nanti kami segera permanenkan. Yang penting pengungsinya dulu,” ungkapnya.

Terkait kondisi sungai, dia menerangkan bahwa sedimentasi di sungai Piji memang sudah tinggi.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan pengerukan sedimentasi.

Saat ditanya upaya normalisasi sungai, Ganjar mengatakan itu hal yang bisa dilakukan.

Baca juga: Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Namun menurut dia, untuk jangka panjang, hal yang harus dilakukan adalah reboisasi atau mengembalikan fungsi kawasan hulu agar lebih baik.

"Normalisasi, pengerukan sedimentasi itu hanya jangka pendek. Kami harus bicara jangka panjang dengan menanam di kawasan atas. Mau bicara normalisasi, tidak akan pernah cukup kalau hulunya rusak," imbuh Ganjar.

Gubernur Jateng juga memantau beberapa titik banjir lainnya seperti Pemalang, Pekalongan, dan Batang. Ia terus memantau dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya