Kompas.com - 18/02/2020, 12:14 WIB
Dinas Kesehatan beserta Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya membagikan ikan cupang yang dinilai efektif memberantas sarang jenting nyamuk penyebab penyakit DBD, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHADinas Kesehatan beserta Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya membagikan ikan cupang yang dinilai efektif memberantas sarang jenting nyamuk penyebab penyakit DBD, Kamis (13/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Korban meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bertambah menjadi tiga orang memasuki pekan ketiga bulan ini.

Sebelumnya tercatat sejak awal Januari sampai awal Februari lalu, diketahui korban meninggal akibat DBD 1 orang dan 55 orang terjangkit.

"Korban meninggal akibat DBD bertambah sampai pekan ketiga Februari ini menjadi 3 orang. Sebelumnya korban meninggal hanya 1 orang dan sampai hari ini yang terjangkit total semuanya yang tercatat bertambah 1 orang menjadi total 56 orang," jelas Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih di kantornya, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Penderita DBD di Tasikmalaya Bertambah Jadi 55 Orang, 1 Meninggal Dunia

Suryaningsih menambahkan, tiga orang yang meninggal akibat DBD di Kota Tasikmalaya berasal dari Kecamatan Tawang, Cihideung dan Mangkubumi.

Kondisi ini sangat meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 26 kasus DBD tanpa ada korban yang meninggal dunia.

Sehingga, pihaknya pun terus berupaya dengan menekan peredaran jentik nyamuk di lingkungan masyarakat, mulai dari gerakan penyebaran ikan cupang, program satu keluarga waspada satu sarang nyamuk, dan mewajibkan pola bersih-bersih lingkungan oleh masyarakat lewat Puskesmas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami telah berupaya melakukan langkah agar jentik nyamuk tidak berkembang biak menjadi dewasa dengan menaburkan abate dan upaya lain menebarkan ikan cupang. Namun, warga juga tetap berupaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tapi sekarang ini masih banyak kesadaran yang dilakukan itu masih rendah seperti contohnya membuang sampah sembarangan masih terjadi," tambah Suryaningsih.

Meningkatnya korban jiwa akibat DBD ini, lanjut Suryaningsih, diduga akibat adanya perubahan cuaca sebagai siklus lima tahunan dari musim kemarau panjang ke hujan dengan intensitas tinggi.

Terlebih tingkat keasadaran kebersihan lingkungan masyarakat sampai sekarang masih dinilai rendah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk aides Aegypti tersebut.

"Kami pun meminta kepada masyarakat jika mengalami sakit panas tinggi sampai 40 derajat celcius, segera ke rumah sakit. Ciri-ciri penyakit DBD selain panas tinggi, muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual, muntah, sakit tenggorokan dan sakit di sekitar bola mata. Segera ke dokter jangan anggap penyakit panas biasa," pungkasnya.

Baca juga: Pasien DBD Gunungkidul Terbanyak di DIY, Diduga karena Nyamuk Sudah Kebal Insektisida

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.