Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Sambut 9 Mahasiswa Kaltim, Usai Jalani Observasi di Natuna

Kompas.com - 16/02/2020, 15:27 WIB
Rusdiana memeluk anaknya Rizka Nurazizah di ruang VIP Bandara APT Pranoto, Samarinda, Minggu (16/2/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRusdiana memeluk anaknya Rizka Nurazizah di ruang VIP Bandara APT Pranoto, Samarinda, Minggu (16/2/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sembilan mahasiswa asal Kalimantan Timur (Kaltim) usai melewati masa observasi di Natuna karena virus conora akhirnya tiba di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Minggu (16/2/2020).

Mereka tiba pukul 11.10 WITA menggunakan pesawat Airbus A320 Batik Air.

Pihak keluarga dari sembilan mahasiswa ini sudah menunggu ruang VIP sejak pagi pukul 10.00 WITA.

Pelukan hangat dan isak tangis mewarnai saat para mahasiswa ini menginjak kaki di ruang VIP. Raut wajah mereka memerah.

Saat turun dari pesawat tak satupun dari ke sembilan mahasiswa ini menggunakan masker. Begitu juga dengan pihak keluarga yang menjemput.

Baca juga: Mahasiswa Unesa Tiba dari Observasi Natuna, Disambut Pakai Nasi Boranan

Disambut isak tangis dan pelukan

Rusdiana warga Jalan Loa Bakung ini sangat khawatir dengan anaknya, Rizka Nurazizah (20). Namun kini, anak kedua dari empat bersaudara itu tiba dipeluknya. Dia tak khawatir lagi.

"Alhamdulillah. Saya senang bahagia. Anak saya sudah sampai di sini. Saya enggak khawatir lagi," ungkap Rusdiana sambil memeluk anaknya saat ditemui di ruang VIP Bandara APT Pranoto, Minggu.

Rizka sudah tiga tahun mengambil kuliah Kedokteran di Hubei Polytechnic University Kota Huangshi.

Jarak dari kota ini ke Kota Wuhan tempat virus corona merebak, dua jam perjalanan.

Rusdiana mengaku selama ini semua keluarganya sangat khawatir dengan anaknya. Kini semua terobati dengan tiba di Samarinda.

Baca juga: 7 Mahasiswa Kalsel Pulang dari Karantina Natuna, Dijemput Wagub dan Disambut Isak Tangis Keluarga

 

 

Ingin makan bakso

Rizka menceritakan selama 14 hari di Natuna, mereka hidup sangat teratur. Setiap pagi mereka olahraga rutin, sarapan hingga kegiatan-kegiatan positif lain.

Sepanjang itu mereka menjalani proses medis hingga masa inkubasi 14 hari namun tak ada satu pun yang terpapar virus corona.

"Kita semua sehat. Alhamdulillah sudah tiba di Samarinda, ingin makan bakso," kata Rizka sambil tertawa kecil.

Kondisi terakhir saat pulang ke Indonesia, kata Rizka sempat kekurangan makanan. Semua akses penerbangan ditutup. Dia bersama teman-temannya beberapa hari hanya makan bubur.

"Tapi syukur lah, akhirnya kita bisa tiba di kampung halaman," tutur dia.

Baca juga: Detik-detik 17 Warga Sulsel Pulang dari Karantina Natuna, Tangis Haru Pecah, Peluk Adik hingga Kelelahan

Serasa bukan di karantina...

Mahasiswa lain, Innesa Alviani Nur Fadilah juga mengutarakan kegembiraannya tiba di Samarinda.

"Senang banget. Masyarakat bisa terima kami. Bisa ketemu keluarga. Masyarakat juga terima kami dengan senang. Tidak membedakan kami yang membawa virus," kata Innes sapaannya.

Selama menjalani karantina, Innes mengaku senang. Karena semua kegiatan yang dijalani baik dan teratur. Bahkan dirinya merasa nyaman selama disana. Kesan kebersamaan selalu dia ingat.

"Nyaman banget di sana. Serasa bukan karantina," kata perempuan berhijab ini.

"Setelah ini pengen makan bakso," sambung Innes.

Innes merupakan mahasiswa Kedokteran di Hubei Minzu University di Provinsi Hubei.

Baca juga: Sabtu, 14 Mahasiswa Kaltim Dipulangkan Usai Karantina di Natuna, Pemprov Minta Tak Ada Stigmatisasi

 

Fasilitas jemputan dari Pemprov Kaltim

Kini ke sembilan mahasiswa ini telah dijemput oleh keluarga dan pulang ke rumah masing-masing.

Sebelumnya, pukul 09.00 WITA lima mahasiswa Kaltim lainnya juga tiba Bandara Sepinggan, Balikpapan dan disambut Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersama jajaran di ruang VIP bandara.

Baca juga: Sabtu, 14 Mahasiswa Kaltim Dipulangkan Usai Karantina di Natuna, Pemprov Minta Tak Ada Stigmatisasi

Sedangkan di Samarinda disambut Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim HS Fathul Halim dan Plt Kadinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan para orangtua.

Setelah tiba, para mahasiswa ini langsung diserahterimakan kepada orang tua dan bagi yang tidak dijemput keluarga, Pemprov Kaltim memfasilitasi hingga ke daerah masing-masing.

Baca juga: 5 WNI Asal Riau Pulang dari Karantina Natuna Disambut Gubernur, Kini Berkumpul dengan Keluarga



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X