Sabtu, 14 Mahasiswa Kaltim Dipulangkan Usai Karantina di Natuna, Pemprov Minta Tak Ada Stigmatisasi

Kompas.com - 14/02/2020, 19:30 WIB
Beberapa hari menjelang berakhirnya proses observasi dan karantina yang dilakukan di hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) terhadap 238 WNI dari Wuhan, China dan 47 tim penjemput. 700 personil yang tergabung dalam misi kemanusiaan ini, yakni Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad) dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri, Kamis (13/2/2020) kemarin. KOMPAS.COM/HADI MAULANABeberapa hari menjelang berakhirnya proses observasi dan karantina yang dilakukan di hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) terhadap 238 WNI dari Wuhan, China dan 47 tim penjemput. 700 personil yang tergabung dalam misi kemanusiaan ini, yakni Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad) dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri, Kamis (13/2/2020) kemarin.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 mahasiswa asal Kalimantan Timur yang dikarantina di Natuna karena antisipasi paparan virus corona akan dipulangkan, Sabtu (15/2/2020).

Kabiro Humas Pemprov Kaltim, HM Syafranuddin mengatakan, dari informasi yang didapatkan, belasan mahasiswa asal Kaltim itu dinyatakan sehat.

"Mereka semua aman. Mahasiswa kita dinyatakan sehat dan dikembalikan ke rumah masing-masing," kata Syafranuddin melalui rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Akan Fasilitasi Kepulangan Warga Jabar di Natuna

Syafranuddin mengingatkan agar masyarakat tak perlu khawatir dengan kondisi para mahasiswa ini.

Dia juga meminta agar tak ada stigmatisasi terhadap mereka.

"Mereka (mahasiswa) dikarantina itu bukan berarti terinfeksi virus corona, tapi memastikan mereka terpapar atau tidak. Dan hasilnya mereka semua sehat tak terpapar," tegas dia.

Diketahui, pemerintah pusat menjadwalkan kepulangan 238 WNI usai menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.

Setelah tiba di Jakarta, para WNI yang dikarantina ini akan diatur teknis pemulangan ke masing-masing daerah oleh Kemendagri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Syafranuddin juga meminta agar masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi hoaks yang beredar seputar virus corona.

"Intinya Kaltim aman. Jangan sampai ada informasi yang menyesatkan masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Dua Warga Bali Pulang Pasca-observasi di Natuna Tak Dijemput Khusus

Sebelumnya, Plt Sekda Kaltim Muhammad Sabani juga menyampaikan hal yang sama.

Sabani meminta agar masyarakat tidak membuat stigmatisasi.

"Tidak boleh ada stigmatisasi terhadap mereka yang dikarantina. Orang-orang yang dikarantina itu tidak terkontaminasi. Mereka selama di sana, diobservasi dan dipantau," ujar Sabani.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

Regional
Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Regional
Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Regional
DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

Regional
Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Regional
Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X