Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Para WNI Tak Sabar Menanti Pukul 12.00 WIB di Natuna...

Kompas.com - 15/02/2020, 06:30 WIB
Hadi Maulana,
Farid Assifa

Tim Redaksi

NATUNA, KOMPAS.com - Sabtu (15/2/2020) pukul 12.00 WIB besok, proses observasi dan karantina 238 WNI dari Wuhan, Hubei, China, akan berakhir.

Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput, sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

Sampai Jumat (15/2/2020) pukul 20.45 WIB, sejumlah WNI di lokasi karantina masih ada yang terlihat berkemas-kemas merapikan pakaian mereka dan memindahkannya ke koper.

Baca juga: Usai Diobservasi di Natuna, 11 Mahasiwa dari Wuhan Langsung Pulang ke Aceh

Hal itu terlihat dari kiriman video yang berdurasi 1 menit 51 detik yang diterima Kompas.com dari staf Humas Kementerian Kesehatan RI yang bertugas di Natuna.

Dalam video yang direkam oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Budi Sylvana MARS, tiga orang WNI dari Wuhan tampak sedang asyik membereskan pakaian dan sejumlah barang lainnya ke dalam koper yang mereka miliki.

Para WNI ini mengaku sudah tidak sabar lagi untuk bisa berkumpul dengan keluarga mereka setelah 14 hari berada di Natuna.

Seperti yang diungkapkan Raisa, WNI asal Makasar yang mengaku sedang beres-beres barang miliknya untuk pulang besok.

"Halooo, besok kita sudah pulang," kata Raisa seperti dikutip dari video yang diterima Kompas.com, Jumat (14/2/2020) malam tadi.

Dalam video tersebut terlihat Raisa sedang mengemas barang dalam satu koper.

Baca juga: 285 WNI Akan Dipulangkan dari Natuna Besok, Berikut Nama-nama Daerah Asal Mereka

Hal serupa juga dilakukan Angel, WNI asal Jayapura yang juga mengaku sedang mengemas pakaian serta sejumlah barang bawaan lainnya dalam satu koper.

Saat ditanyai dr Budi apakah senang menjelang pulang besok, dengan penuh semangat Angel mengatakan senang sekali.

Sabtu (15/2/2020) pukul 12.00 WIB besok proses observasi dan karantina 238 WNI dari Wuhan, Hubei, China akan berakhir. Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput, sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RI Sabtu (15/2/2020) pukul 12.00 WIB besok proses observasi dan karantina 238 WNI dari Wuhan, Hubei, China akan berakhir. Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput, sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

Begitu juga Mega, WNI asal Sorong ini juga mengaku sedang mengemas pakaiannya dan sejumlah buku yang dibawanya dari Wuhan.

Mega mengaku orangtua dan keluarga di Sorong juga sudah mengetahui atas rencana kepulangan dirinya besok melalui bandara Halim Persana Kusuma, Jakarta.

Sebelumnya skema pemulangan sudah diputuskan bahwa observasi WNI dari Wuhan yang saat ini tinggal di Natuna berakhir pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (15/2/2020) mendatang.

Artinya, hari Sabtu pagi adalah pemeriksaan kesehatan terakhir. Setelah itu pemerintah menyiapkan mereka untuk diterbangkan ke Jakarta.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com