Anggota DPR Tak Setuju Guru yang Pukul Siswa di Bekasi Dipecat

Kompas.com - 15/02/2020, 06:00 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengajak siswa SDN 8 Citereuh menanam padi yang bernutrisi IR Zinc sebagai program mencegah stunting, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengajak siswa SDN 8 Citereuh menanam padi yang bernutrisi IR Zinc sebagai program mencegah stunting, Rabu (8/1/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi, menilai, guru yang memiliki tanggung jawab terhadap disiplin dan karakter siswanya semestinya dilindungi, bukan diberhentikan alias dipecat.

Pernyataan Dedi itu terkait dengan kasus pemukulan yang dilakukan seorang guru SMAN 12 Bekasi, I, terhadap siswanya yang terlambat masuk ke sekolah. Hukuman itu diberikan kepada siswa di lapangan sekolah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun memerintahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memberi sanksi tegas kepada guru tersebut, berupa pemecatan.

Baca juga: Ridwan Kamil Pecat Guru SMA yang Pukul Murid di Bekasi

Dedi mengatakan, mestinya seorang pemimpin melindungi guru tersebut karena sudah memiliki tujuan baik, yakni demi mendisiplinkan siswa dan membangun karakter anak.

Wakil ketua Komisi IV DPR RI itu menceritakan, saat menjadi bupati Purwakarta, ia pernah menangani kasus seorang guru memberikan hukuman telak kepada siswanya yang sangat nakal.

Lalu orangtua meminta bupati untuk memindahkan guru tersebut. Namun Dedi tetap bertahan.

"Saya lebih baik tutup sekolah daripada memindahkan guru. Akhirnya tak ada orangtua siswa yang berani mengancam lagi," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Jumat malam (14/2/2020).

"Pemimpin itu harus melindungi guru yang bertanggung jawab atas kedisplinan dan karakter siswanya," lanjut Dedi.

Anggota DPR dari dapil Purwakarta, Karawang dan Subang itu mengatakan, ketika orangtua menitipkan anaknya pada guru, maka sesungguhnya mereka tidak boleh lagi mencampuri urusan pendidikan di sekolah.

Sebelumnya, I, seorang guru SMAN 12 Bekasi memukul anak muridnya di tengah lapangan lantaran terlambat datang sekolah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku telah memerintahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memberi sanksi tegas kepada guru tersebut.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan dan sudah dilakukan yaitu dipecat sebagai guru dan jabatan disitu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut masuk ranah pidana atau tidak itu sedang diteliti. Tapi per hari ini sesuai perintah saya Kepala Dinas sudah melakukan pemberhentian," ucap Emil, sapaan akrabnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Guru SMAN 12 Bekasi Pukul Murid, Ridwan Kamil: Kalau Sudah Punya Niat Berprofesi sebagai Guru Harus Sabar

Ridwan Kamil meminta kepada seluruh tenaga pengajar di Jawa Barat untuk lebih bersabar dalam menghadapi anak didiknya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X